Elektrifikasi-Otomasi Cold Rolling Mill di AM/NS India, Gunakan Teknologi ABB

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

ABB elektrifikasi dan otomasi cold rolling mill di ArcelorMittal Nippon Steel—dilakukan di lini pemrosesan baja canggih di pabrik klien Hazira yang berlokasi  di Gujarat, India. Kapan teknologi ini diterapkan di Indonesia? 

ABB menyediakan sistem elektrifikasi dan otomasi yang canggih, termasuk distributed control system (DCS) yakni  ABB Ability™ System 800xA (Foto/@: ABB)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachinews.id – ABB (sumber): Perusahaan ABB mendapatkan kontrak untuk melakukan elektrifikasi dan otomasi cold rolling mill di ArcelorMittal Nippon Steel (AM/NS India) di pabrik milik Hazira yang berlokasi  di Gujarat, India.   

Pesanan dilakukan melalui pabrikan peralatan asli buatan perusahaan John Cockerill India Limited (JCIL). Teknologi itu dilakukan di  lini pemrosesan baja canggih baru di pabrik andalan perusahaan Hazira. Apa yang dimaksud dengan cold rolling mill? 

Pekerjaan cold rolling mill merupakan proses yang dilakukan di industri baja dan selama proses berlangsung maka  material baja berubah bentuk setelah dilakukan proses regangan di bawah suhu kristalisasi ulang untuk mencapai sifat tertentu. 

Sifat fisik baja yang dihasilkan akan berbeda, bergantung pada variabel yang dikandungnya ketika  diterapkan dalam proses cold rolling mill. 

Sebagai perusahaan pembuat teknologi, maka  ABB mendapat kepercayaan mendukung peningkatan efisiensi energi dan konsumsi seng (bahan baku) secara optimal dan mengarah pada proses keberlanjutan yang lebih besar dalam proses produksi baja.

Sebagai pemegang kontrak elektrifikasi dan otomasi yang merupakan bagian dari pesanan besar yang dilakukan dengan John Cockerill India Limited (JCIL), maka ABB yang ditetapkan untuk menyediakan sistem elektrifikasi dan otomatisasi khusus pada cold rolling mill (CRM).

Hal itu merupakan  penerapan produksi baja lanjutan di pabrik ArcelorMittal Nippon Steel India (AM/NS India) di Hazira, Gujarat, India. Kontrak di pabrik manufaktur andalan itu disepakati melalui perusahaan John Cockerill India Ltd (JCIL) dan original equipment manufacturer (OEM).

AM/NS India merupakan patungan milik dua perusahaan baja terkemuka dunia yakni ArcelorMittal dan Nippon Steel. Perusahaan patungan itu menyiapkan CRM baru sebagai bagian dari rencana ekspansi bisnis di hilir.

ABB menyediakan sistem elektrifikasi dan otomasi canggih, termasuk distributed control system (DCS) yakni  ABB Ability™ System 800xA dan peralatan serta komponen terkait—guna mendukung peningkatan efisiensi energi, dan konsumsi seng secara optimal.

Juga peningkatan ketahanan terhadap korosi yang tinggi selama berlangsung proses produksi baja. Inilah yang  mendukung AM/NS India yang berupaya untuk mencapai tingkat keberlanjutan yang lebih tinggi di pabrik.

“Kami bantu untuk menciptakan produk baja lebih cerdas di masa depan agar lebih cerah bagi manusia dan planet. Untuk melakukannya, kami menempatkan keselamatan, inovasi, dan teknologi sebagai inti dari operasi manufaktur,” papar Dilip Oommen, Chief Executive Officer, ArcelorMittal Nippon Steel India (AM/NS India). 

Menurut Dilip Oommen, pengembangan produk baja dengan penggunaan teknologi ABB. Lini pemrosesan baru dirancang untuk menghasilkan baja bernilai tambah zaman baru, menanamkan standar kualitas sesuai tuntutan pelanggan. 

Ekspansi ini akan membantu pihaknya untuk memenuhi permintaan baja kelas atas yang terus meningkat, sekaligus meningkatkan portofolio baja bernilai tambah dan berkelanjutan yang diterapkan demikian  Dilip Oommen.

“Kami bangga atas pilihan produsen  baja kelas satu untuk memasok dua jalur pemrosesan yang sangat otomatis, menggabungkan peralatan canggih dengan kontrol kualitas terintegrasi dan peningkatan efisiensi energi,” timpal Frédéric Midy, Direktur Proyek, John Cockerill Industry . 

Frédéric Midy menyatakan untuk menghadapi dampak perubahan iklim merupakan bagian dari misi John Cockerill. Kontrak baru itu tidak hanya memungkinkan pihaknya untuk menyertai pihak AM/NS India dalam pengembangan bisnis menuju keberlanjutan, tetapi juga berkontribusi pada ambisi ekonomi yang rendah karbon di India.

“Industri logam sangat penting untuk transisi ke dunia net-zero. Bekerja sama dengan JCIL melalui proyek penting justru mendukung AM/NS India dalam mengembangkan salah satu operasi baja yang berkelanjutan, efisien, dan modern,” tukas Vinod C, Manajer Divisi Lokal, Process Industries, ABB.

CRM baru dengan jalur pemrosesan lanjutan akan ditugaskan pada tahun 2024

Produsen baja karbon datar terintegrasi terkemuka di India, AM/NS India memiliki kapasitas baja mentah sebesar 9 juta metrik ton per tahun dengan fasilitas hilir yang canggih. 

Ini menghasilkan rangkaian produk baja lembaran yang terdiversifikasi sepenuhnya, termasuk baja bernilai tambah, dan memiliki kapasitas pelet 20 juta metrik ton.

Penggunaan proses otomasi khas ABB mampu mengotomatiskan, melistriki, dan mendigitalkan operasi industri yang menangani berbagai kebutuhan penting – mulai dari pemasokan energi, air, dan material, hingga memproduksi barang dan mengirimkannya ke pasar. 

Dengan dukungan 20.000 karyawan yang memiliki keahlian teknologi dan layanan terkemuka, ABB Process Automation membantu pelanggan dalam industri proses, hibrida, dan maritim meningkatkan kinerja dan keselamatan operasi.

Hal itu memungkinkan di masa depan yang lebih berkelanjutan dan hemat sumber daya. ABB merupakan salah satu  pembuat teknologi dalam elektrifikasi dan otomasi yang memungkinkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan hemat sumber daya. 

Solusi perusahaan menghubungkan pengetahuan teknik dan perangkat lunak untuk mengoptimalkan berbagai cara di lini produksi, dipindahkan, diberdayakan, dan dioperasikan. 

Membangun keunggulan selama lebih dari 130 tahun—termasuk di Indonesia, ABB berkomitmen untuk mendorong inovasi guna mempercepat transformasi di industri.

Produsen-produsen baja di Indonesia tentu membutuhkan teknologi andalan ABB. Indonesia sedang menerapkan hilirisasi sejak dari hulu hingga hilir. 

Kita tunggu Pak Bjorn Rosengren,  Chief Executive Officer grup ABB melakukan  kunjungan bisnis di Indonesia!

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT