Bagaimana prospek mesin pembangkit listrik berbasis metanol? Salah satu keistimewaan mesin yang menggunakan bahan metanol itu adalah kemampuannya untuk mengurangi CO2 penyebab emisi gas. Bagaimana harga pembuatannya?

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachiNews.id – Blue World Technologies (sumber): Prospek mesin pembangkit listrik berbasis methanol sangat menjanjikan.
Hal itu dituturkan oleh Prabhakar Tunuguntla, Direktur Produk CellPack™ Stationary perusahaan Blue World Technologies yang bermarkas di Denmark.
Menurut Prabhakar Tunuguntla, pihaknya menyaksikan daya tarik yang kuat dari calon pelanggan yang demikian antusias mencari sistem alternatif pengganti generator diesel yang masih menggunakan energi berbasis fosil.
Akan tetapi, minat para pelaku industri terhadap mesin baru tidaklah cukup untuk mengurangi emisi CO2 dan polusi udara karena penggunaan mesin pembangkit listrik harus mendukung bisnis yang dilakukan dengan baik.
Oleh sebab itu, lanjut Prabhakar Tunuguntla pihaknya pun menyediakan mesin dengan sistem CellPack Stationary yakni pembangkit listrik berbasis sel bahan bakar metanol yang memberikan pelanggan kondisi OPEX dan TCO yang lebih rendah dibandingkan dengan generator diesel.
OPEX adalah singkatan dari operating expenditure atau biaya operasional tulis simulasikredit.com. Sedangkan TCO adalah singkatan total cost of ownership atau total biaya kepemilikan.
Menurut laman fuelcellsworks.com CellPack™ Stationary merupakan generator daya berbasis sel bahan bakar metanol yang memberikan OPEX dan TCO yang lebih rendah dibandingkan dengan biaya pengoperasian generator diesel.
Pihak Blue World Technologies mengklaim bahwa produk mereka lebih hemat biaya dibandingkan dengan generator diesel.
Penggunaan metanol meningkat karena kemanfaatannya di jalur yang jelas untuk mengurangi emisi ketika digunakan pada pembangkit listrik, transportasi darat, pelayaran, dan industri.
Metanol dapat mengurangi emisi karbon sebesar 65 hingga 95 persen bergantung pada bahan baku dan proses konversi.
Direktur Produk CellPack™ Stationary Blue World Technologies, Prabhakar Tunuguntla optimis.
“Kami berharap bahwa fitur-fitur unik dan kasus bisnis yang kuat dari sistem yang kami rancang akan memungkinkan perusahaan mempercepat adopsi produk ini secara massal di tahun-tahun mendatang,” urai Prabhakar Tunuguntla.
Di pabrik sel bahan bakar di Aalborg, Denmark, Blue World Technologies saat ini memiliki kapasitas produksi sel tahunan sebesar 15 MW.
Jumlah ini setara dengan 3.000 sistem CellPack™ Stationary, yang memberikan perusahaan landasan kuat untuk memasuki pasar pembangkit listrik dengan ukuran yang lebih kecil.
Beberapa tahun ke depan, kapasitas produksi tahunan pabrik Blue World Technologies diperkirakan akan meningkat lebih dari tiga kali lipat sesuai dengan antisipasi perusahaan terhadap meningkatnya permintaan untuk pengganti genset diesel.
Perusahaan Blue World Technologies sementara ini sedang memulai penerapan sel bahan bakar dalam skala besar ke pasar lain.
Ciri khas sistem roduk CellPack™ Stationary
CellPack™ Stationary merupakan generator listrik berbasis sel bahan bakar metanol
- CellPack™ Stationary memiliki keluaran daya berkelanjutan sebesar 5 kW, 10 kW, atau 15 kW.
- CellPack™ Stasioner adalah konfigurasi modular yang terdiri dari modul dasar dan hingga tiga modul daya masing-masing 5 kW.
- CellPack™ Stationary didasarkan pada teknologi sel bahan bakar PEM suhu tinggi dan memiliki efisiensi sistem sebesar 38-40 persen.
- Ketika ditenagai oleh metanol terbarukan, CellPack™ Stationary memiliki pengoperasian netral karbon.
- Tanpa emisi NOx, SOx, atau partikel saat beroperasi, The CellPack™ Stationary tidak menyebabkan polusi udara.
- CellPack™ Stationary awalnya dikembangkan secara khusus guna mendukung industri telekomunikasi namun belakangan ini siap digunakan di berbagai industri lain yang membutuhkan mesin pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan mengurangi CO2.
Sebagai pengingat bahwa metanol dapat diproduksi dari biomassa atau limbah, aliran limbah non-biogenik, atau bahkan dari CO2 yakni gas buang itu sendiri tulis uii.ac.id.
Bahan baku ini diubah (biasanya melalui gasifikasi) menjadi syngas, campuran dari karbon monoksida, hidrogen dan molekul lainnya.
Syngas kemudian dikondisikan melalui beberapa langkah untuk: mencapai komposisi optimal untuk sintesis metanol, misalnya dengan menghilangkan CO2 atau menambahkan hidrogen demikian uii.ac.id.
Untuk memproduksi metanol dari biomassa, bahan baku biomassa seperti kayu, jerami, atau limbah pertanian diubah menjadi gas sintesis melalui gasifikasi. Gas sintesis kemudian diubah menjadi metanol melalui sintesis Fischer-Tropsch.
Sedangkan untuk memproduksi metanol dari limbah, limbah organik kering seperti limbah rumah tangga, limbah industri, dan limbah pertanian dapat dibakar untuk menghasilkan gas sintesis.
Gas sintesis kemudian diubah menjadi metanol melalui sintesis Fischer-Tropsch demikian wikipedia.com





