Para ahli Fraunhofer menyelesaikan proyek Hidrogen H2Giga untuk mendorong peningkatan produksi massal elektroliser. Apakah Perusahaan di Indonesia telah mengoperasikan industri elektroliser? Tulisan bagian pertama.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachinews.id – Fraunhofer IPA (sumber): Proyek unggulan hidrogen H2Giga resmi membuka jalan menuju produksi massal elektroliser dengan performa tinggi yang dibutuhkan industri masa depan.
Melibatkan kolaborasi para ahli dari beberapa universitas, lembaga riset, dan perusahaan, proyek ini menargetkan solusi lengkap mulai dari proses produksi hingga daur ulang elektroliser.
Electrolyzers (elektroliser) adalah perangkat yang memecah air (H₂O) menjadi hidrogen (H₂) dan oksigen (O₂) dengan bantuan arus listrik. Proses ini disebut electrolysis (elektrolisis) demikian ojs.uajy.ac.id.
Cara kerjanya diuraikan secara singkat seperti berikut:
* Air dialirkan melalui elektroda dalam sebuah sel elektrolisis.
* Ketika listrik dialirkan, molekul air terurai sehingga hidrogen berkumpul di katoda dan oksigen di anoda.
Sedangkan manfaat utama electrolyzers: Produksi hidrogen bersih atau green hydrogen—bila listrik yang digunakan berasal dari energi terbarukan misalnya dari solar, angin, panas bumi maka hidrogen yang dihasilkan hampir tanpa emisi karbon tulis hijau.bisnis.com.
Sumber energi dan bahan bakar masa depan—hidrogen bisa dipakai: Bahan bakar fuel cell untuk industri transportasi misalnya kendaraan berat, kereta, dan kapal laut.
* Input industri untuk pembuatan amonia, baja, dan bahan kimia.
* Sistem penyimpanan energi yang fleksibel.
Dukungan transisi energi bersih & dekarbonisasi—hidrogen merupakan kunci untuk kurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, apalagi di sektor yang sulit elektrifikasi.
Produksi terdesentralisasi—karena desainnya bisa modular, elektroliser bisa dipasang dekat sumber energi terbarukan atau di lokasi penggunaan.
Melimpah di bumi
Secara umum, electrolyzers adalah salah satu teknologi kunci dalam menciptakan green hydrogen dan mendukung transisi ke energi bersih.
Peneliti dari Fraunhofer IPA berperan aktif dalam lima subproyek utama, dengan hasil riset yang telah siap dimanfaatkan oleh sektor industri dan transportasi berat.
Dari produksi hingga daur ulang: Dalam proyek unggulan hidrogen H2Giga, universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan sedang mengerjakan produksi serial elektroliser dengan kinerja yang tinggi.
Para ilmuwan dari Fraunhofer IPA terlibat dalam lima sub-proyek. Hasil temuan mereka telah tersedia.
Jika perusahaan industri yang intensif energi dan kendaraan barang berat ingin menjadi netral iklim, bahkan baterai yang paling kuat pun tidak akan cukup.
Oleh karena itu, kedua sektor ini harus memenuhi kebutuhan energi mereka dengan cara lain yakni dengan hidrogen hijau meski hal itu tidak mudah tersedia.
Meskipun hidrogen melimpah di bumi, sebagian besar masih terikat dalam molekul, seperti dalam air (H₂O).
Siapa pun yang ingin menggunakan unsur gas ini sebagai sumber energi bebas emisi harus terlebih dahulu mengekstrak hidrogen dari molekul air. Ini dilakukan dengan menggunakan elektroliser.
Mereka memecah air menjadi komponen-komponennya: hidrogen (H₂) dan oksigen (O). Sel bahan bakar kemudian dapat mengubah hidrogen menjadi listrik, yang menggerakkan motor listrik. Atau, hidrogen dapat dibakar di tanur tinggi.
Akan tetapi, elektroliser masih langka dan mahal di Jerman. Oleh karena itu, sejak tahun 2021, beberapa universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan berusaha memproduksi elektroliser seacara massal dengan kinerja tinggi.
Dan merupakan bagian dari proyek hidrogen unggulan Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal, H₂Giga. Institut Fraunhofer untuk Teknik Manufaktur dan Otomasi IPA terlibat dalam lima sub-proyek.
Yang terakhir dari proyek-proyek ini sedang diselesaikan dan hasilnya sekarang sudah tersedia.
Industri manufaktur dan transportasi berat disarankan mulai memasukkan hidrogen hijau dalam peta jalan dekarbonisasi jangka menengah.
Produsen mesin dan peralatan industri dapat memanfaatkan hasil riset H2Giga untuk mempercepat pengembangan elektroliser skala besar yang lebih efisien dan ekonomis.
Pemerintah dan pembuat kebijakan perlu mendukung adopsi teknologi ini melalui insentif, regulasi ramah inovasi, dan pembangunan infrastruktur hidrogen.
Startup dan investor teknologi energi memiliki peluang besar untuk masuk ke rantai pasok elektroliser dan sistem hidrogen.
Tim ahli yang bekerja di proyek H2Giga menegaskan bahwa hidrogen hijau bukan lagi konsep masa depan, melainkan solusi nyata untuk industri berenergi intensif yang ingin mencapai target netral karbon.
Dengan kesiapan teknologi produksi massal elektroliser, industri saat ini memiliki fondasi kuat untuk beralih dari ketergantungan pada baterai dan bahan bakar fosil menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, efisien, dan kompetitif secara global.
Apakah Indonesia telah memproduksi electrolyzers? Apa saja jenis-jenis electrolyzers yang mendukung industry di Indonesia? Jawaban pada artikel selanjutnya.





