Terobosan Katalisis Cahaya dan Plasma Dorong Industri Kimia Berkelanjutan

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Para pelaku industri—khususnya industri Kimia—melakukan terobosan katalisis berbasis cahaya dan plasma atau light-and plasma-induced catalysis sebagai teknologi kunci menuju industri berkelanjutan dan hemat energi. 

Dengan light-and plasma-induced catalysis atau penggunaan cahaya dan plasma yang tepat sasaran, reaksi kimia dapat terjadi pada suhu dan tekanan yang jauh lebih rendah (Foto/©: Mike Henning/ Fraunhofer UMSICHT)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer UMSICHT (sumber): Teknologi katalisis berbasis cahaya dan plasma atau light- and plasma-induced catalysis diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama transformasi industri berkelanjutan—khususnya industri Kimia di masa depan. 

Dengan kemampuannya memungkinkan reaksi kimia berlangsung pada suhu dan tekanan yang lebih rendah, teknologi ini menawarkan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon. 

Hal ini ditegaskan dalam position paper terbaru Fraunhofer Institute bertajuk Light- and Plasma-Induced Catalysis  yang menyoroti potensi besar teknologi ini bagi industri kimia, farmasi, energi, dan daur ulang.

Potensi katalisis yang diinduksi cahaya dan plasma untuk keberlanjutan, efisiensi energi, daya saing, dan kedaulatan ekonomi sangat besar: teknologi ini menjanjikan terobosan bagi industri kimia dan farmasi, serta sektor daur ulang dan energi. 

Ini adalah kesimpulan yang dicapai oleh para peneliti Fraunhofer dari konsorsium “Cahaya & Permukaan,” “Material,” dan “Teknologi Sumber Daya dan Bioekonomi” – termasuk ilmuwan UMSICHT, Dr. Tim Nitsche. 

Temuan mereka dapat ditemukan dalam makalah posisi Katalisis yang Diinduksi Cahaya dan Plasma.

Melalui penggunaan cahaya dan plasma secara terarah, reaksi kimia terjadi pada suhu dan tekanan yang jauh lebih rendah.

Pesan utama makalah para ahli bertujuan untuk  menjelaskan penggunaan cahaya dan plasma secara terarah, reaksi kimia dapat terjadi pada suhu dan tekanan yang jauh lebih rendah – sehingga membutuhkan energi yang jauh lebih sedikit dan sekaligus melindungi lingkungan. 

Baik industri kimia dan farmasi, mau pun sektor daur ulang dan energi, dapat memperoleh manfaat dari hal ini – dalam bentuk proses yang lebih efisien, biaya energi yang lebih rendah, dan rantai nilai baru.

Secara khusus, para peneliti mencantumkan potensi sosial seperti berikut:

  • Industri energi: Katalisis yang diinduksi cahaya dan plasma meningkatkan efisiensi dalam pembangkitan, penyimpanan, pengangkutan, dan penggunaan energi terbarukan.
  • Industri kimia: Dengan menggunakan cahaya dan plasma, CO2 dapat dipecah dan diubah. Dengan cara ini, gas-gas yang bernilai teknis seperti karbon monoksida, hidrokarbon, dan bahan bakar cair dapat disintesis.
  • Industri daur ulang dan ekonomi lingkungan: Proses yang diinduksi cahaya dan plasma memungkinkan, antara lain, daur ulang tanpa fraksi residu dan penghilangan polutan yang sulit terurai seperti plastik berfluorinasi atau obat-obatan dalam air limbah.
  • Industri farmasi: Selain disinfeksi permukaan yang mudah dan andal—terutama di rumah sakit untuk pencegahan infeksi—dan  peningkatan penyembuhan luka melalui teknologi plasma, produksi obat-obatan personalisasi yang dibantu cahaya dan plasma membuka kemungkinan baru untuk pendekatan terapeutik yang inovatif dan layak secara ekonomi.

Contoh aplikasi dari konteks Fraunhofer UMSICHT: Dalam proyek unggulan Fraunhofer “AmmonVektor,” proses Haber-Bosch bertekanan rendah dan sintesis amonia yang dibantu plasma sedang dikembangkan. Tujuannya: produksi amonia yang berkelanjutan dan efisien, terutama untuk aplikasi terdesentralisasi sebagai pembawa energi masa depan.

Dengan latar belakang itu, para peneliti menguraikan makalah dengan merekomendasikan langkah-langkah untuk mendorong penerapan industri katalisis yang diinduksi cahaya dan plasma.

Hal itu mereka mulai dengan meluncurkan program penelitian interdisipliner dan mempromosikan proyek percontohan dan kolaboratif hingga mendirikan pusat keunggulan, kelompok penelitian junior, dan platform data nasional. 

Hanya dengan cara ini pengetahuan fundamental yang ada dapat masuk ke industri dan diintegrasikan ke dalam rantai produksi yang ada.

Rekomendasi bagi pelaku industri di Indonesia

Apa yang bisa direkomendasi bagi pelaku industri di Indonesia? Pelaku industri, khususnya di sektor kimia, petrokimia, farmasi, dan energi, perlu mulai memasukkan katalisis berbasis cahaya dan plasma ke dalam peta jalan transformasi industri hijau dan dekarbonisasi.

Industri nasional disarankan menjalin kerja sama dengan lembaga riset, universitas, dan mitra internasional untuk mempercepat alih teknologi serta pengembangan aplikasi lokal yang sesuai dengan karakteristik bahan baku Indonesia.

Untuk mengurangi risiko adopsi teknologi baru, perusahaan dapat memulai dari proyek percontohan berskala kecil sebelum implementasi komersial dilaksanakan secara penuh.

Oleh sebab itu, pengembangan kompetensi tenaga kerja di bidang katalisis lanjutan, teknologi plasma, dan fotokimia menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang teknologi.

Diperlukan sinergi dengan pemerintah untuk mendorong regulasi, insentif fiskal, dan pendanaan riset yang mendukung adopsi teknologi industri rendah karbon.

Katalisis berbasis cahaya dan plasma menawarkan peluang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing global. 

Dengan memanfaatkan teknologi ini secara dini, pelaku industri tidak hanya dapat menurunkan konsumsi energi dan emisi, tetapi juga memperkuat kemandirian teknologi dan ketahanan ekonomi nasional. 

Langkah proaktif hari ini akan menentukan posisi Indonesia dalam lanskap industri hijau dunia di masa depan. #SalamSobatTechnoMachinews

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT