Teknologi Optik Laser Memasuki Industri Global

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Teknologi manufaktur optik berbasis laser memasuki tahap industrialisasi, menghadirkan produksi fleksibel, dan efisien untuk berbagai aplikasi bagi sektor manufaktur, semikonduktor, teknologi quantum dan energi—meningkatkan kapabilitas produksi. Saatnya Indonesia lebih mendunia.   

Lensa sayap camar asferis dengan diameter 40 mm setelah pembentukan berbasis laser dan sebelum pemolesan (Foto/©: Fraunhofer ILT)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer ILT (sumber):  Melanjutkan inovasi yang diperkenalkan oleh para ahli Fraunhofer Institute for Laser Technology ILT pada pameran Optatec 2026, Jerman, saat ini berada di ambang implementasi industri untuk teknologi manufaktur optik berbasis laser. 

Setelah bertahun-tahun pengembangan fundamental, dengan solusi terbaru memungkinkan produksi optik kompleks—seperti asferis, freeform, hingga mikrostruktur—tanpa peningkatan biaya signifikan.

Dengan konsep complexity for free, teknologi ini menjanjikan transformasi besar dalam efisiensi produksi dan fleksibilitas desain.

Konsep complexity for free biasanya muncul dalam konteks ilmu komputer, khususnya dalam Teori Kompleksitas Komputasi dan desain algoritma.

Complexity for free berarti kita bisa mendapatkan kemampuan komputasi yang lebih kompleks tanpa harus menambah biaya (cost) secara signifikan, baik dari sisi waktu, ruang (memori), maupun usaha implementasi.

Pemimpin grup untuk penataan dan litografi dalam volume di Fraunhofer ILT, Martin Kratz menjelaskan keunggulan teknis lainnya.

“Dengan mengoperasikan laser melalui kaca, silinder depan, belakang, dan tepi dari sistem optik dapat diproduksi dalam satu pengaturan dengan presisi tertinggi dari sumbu optik relatif satu sama lain,” ungkap Martin Kratz. 

“Spektrumnya berkisar dari susunan mikrolensa dengan lensa individual dari 500 mikrometer hingga makro-optik dengan diameter saat ini hingga 80 milimeter,” sambung Martin Kratz. 

Selanjutnya tim penelitian berencana untuk meningkatkan skala proses manufaktur hingga diameter yang lebih besar lagi.

Tim peneliti  percaya bahwa saatnya telah tiba untuk mentransfer teknologi ini ke praktik industri di pabrik. 

“Setelah bertahun-tahun pengembangan proses fundamental, kita berada di ambang implementasi industri,” imbuh Edgar Willenborg. “Kerja sama berkembang dengan produsen mesin menunjukkan bahwa industri siap untuk mengambil langkah nyata.” 

Oleh karena itu, Fraunhofer ILT secara khusus menargetkan perusahaan yang ingin menerapkan teknologi ini ke dalam praktik industri. Mengintegrasikan manufaktur optik berbasis laser ke dalam proses produksi mereka sendiri.

Manufaktur optik berbasis laser membuka kemungkinan baru untuk aplikasi yang membutuhkan geometri kompleks dan produksi yang fleksibel. Ini termasuk, misalnya, sistem optik untuk teknologi medis, optik laser untuk aplikasi industri, dan komponen optik untuk mikroelektronika. 

Permintaan akan optik dengan presisi tinggi juga meningkat di bidang-bidang masa depan seperti teknologi kuantum, litografi EUV, dan penelitian fusi.

“Banyak sistem optik modern saat ini membutuhkan geometri khusus yang sangat sulit diproduksi menggunakan metode tradisional,” jelas Martin Kratz. 

“Proses berbasis laser memungkinkan pembuatan optik tersebut secara fleksibel dan ekonomis – terutama ketika dibutuhkan geometri yang kompleks.”

Transfer teknologi dari penelitian ke produksi

Rangkaian layanan Fraunhofer ILT mencakup seluruh spektrum, mulai dari konsep awal hingga dukungan selama implementasi di sektor industri. 

“Proses ini sering dimulai dengan studi kelayakan, kerja sama dengan pelanggan bertujuan untuk menentukan apakah dan bagaimana proses berbasis laser dapat diadaptasi ke desain dan persyaratan optik spesifik mereka,” cerita Dr. Christian Vedder, Kepala Departemen Teknologi Permukaan dan Ablasi. 

Berdasarkan hal ini, Fraunhofer ILT memproduksi prototipe dan seri kecil sebagai demonstrator dan untuk validasi proses. 

Institut ini mendukung pelanggan dan mitra proyek untuk implementasi industri proses manufaktur baru ke dalam produksi mereka sendiri. Jika mesin yang sesuai tidak tersedia di pasaran, Fraunhofer ILT mengembangkan dan membangunnya sendiri berdasarkan permintaan.

 

Sebanyak 12 ilmuwan  Fraunhofer ILT mengerjakan manufaktur optik berbasis laser. Dua prioritas penelitian  berada di garis depan. Pertama, integrasi sistem sensor ke dalam proses manufaktur untuk lebih meningkatkan akurasi dimensi optik yang diproduksi.

Kedua, optimalisasi rantai proses dengan tujuan meningkatkan ambang batas kerusakan akibat laser pada permukaan optik, parameter kualitas yang sangat penting, terutama untuk optik laser berkinerja tinggi.

Pada Optatec Expo yang berlangsung pada 5 – 7 Mei 2026, di Frankfurt am Main, Fraunhofer ILT siap mempresentasikan demonstrator terpilih di sepanjang rantai proses. 

Para peneliti pelaku institut akan siap selama pameran dagang untuk diskusi tentang aplikasi spesifik, duaprogram yang diselenggarakan oleh SPIE optics.org pada tanggal 6 Mei dengan presentasi teknis yang diikuti oleh diskusi panel.

Bagi pelaku industri di Indonesia, fase industrialisasi membuka kesempatan kolaborasi global dan transfer teknologi yang strategis. 

Perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur canggih, semikonduktor, hingga teknologi  quantum dan energi sebaiknya memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas produksi. 

Investasi dalam teknologi laser dan kemitraan riset menjadi langkah penting untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi manufaktur optik modern. #SalamSobatTechnoMachinews

 

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT