Teknik Pengelasan Terbaik, Bagaimana Menjahit Logam?

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Selain alat dan bahan, teknik pengelasan terbaik harus dipahami oleh teknisi. Dua benda logam yang direkatkan atau dijahit harus menjadi satu kesatuan. Apa itu pengelasan tungsten inert gas (TIG)?                         

Lapisan las menghubungkan pipa bersama-sama di lingkungan yang membutuhkan keamanan tinggi dan saat penerjaan janan sampai gagal, ongkosnya mahal. Teknik pengelasan terbaik (Foto/©: adobe.stock.com)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachiNews.id – Bahan logam seperti baja yang hendak dijadikan sebagai komponen—misalnya untuk otomotif dan sebagainya—memerlukan proses pengelasan dan penjahitan logam. 

Salah satu cara yang dilakukan dengan pengelasan tungsten inert gas (TIG) dan juga pengelasan busur tungsten gas (GTAW) yang merupakan bentuk pengelasan yang popular bagi para pelaku industri. 

Apa keunggulan pengelasan tungsten inert gas (TIG)  dibandingkan pengelasan MIG atau pengelasan tongkat tradisional?

Banyak orang menyatakan bahwa dengan pengelasan TIG dan menggunakannya sebagai metode pengelasan utama yang mereka terapkan.

Pengelasan adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam pengisi dengan menggunakan tenaga panas.

Pekerjaan las merupakan proses pengikatan metalurgi pada sambungan logam secara terpadu dan tentu dilaksanakan bahwa bahan itu dalam keadaan lumer atau cair. 

Dengan kata lain, pekerjaan las merupakan sambungan di lokasi setempat beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Hingga saat ini, terdapat 40 jenis pengelasan seperti pengelasan yang dilakukan dengan cara menekan dua logam–disambung antardua logam sehingga merekat secara bersamaan.

Pekerjaan teknik pengelasan pada kontruksi mencakup industri perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran, furniture, pesawat udara, pengelasan kabel bawah laut, dan sebagainya. 

Proses las juga dipergunakan untuk reparasi seperti pekerjaan mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan las pada perkakas,  mempertebal bagian-bagian yang aus atau kropos, dan lain-lainnya.

Bagaimana membuat komponen berbahan logom seperti baja kuat dan kencang tanpa terganggu struktur saat dilas? 

Jika suatu komponen harus kencang dan kuat, komponen itu harus dilas. Simulasi menentukan sifat las terlebih dahulu. Untuk mengoptimalkan model perhitungan simulasi untuk perusahaan listrik Prancis lectricité de France (EDF), tim peneliti di Heinz Maier-Leibnitz Zentrum mengukur tegangan dalam komponen setelah pengelasan.

Jahitan las yang dilakukan di Tungsten Inert-Gas Welding terlihat seperti ulat kecil. 

Bentuk ulat kecil itu kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada railing tangga atau pada mobil. 

Akan tetapi,  dalam aplikasi dengan keamanan tinggi, seperti tabung reactor yang juga harus dilas. 

Tabung reaktor hanyalah salah satu contoh di mana sangat penting untuk menahan sambungan las. 

Untuk memastikan hal ini, pengembang mensimulasikan batas beban maksimum dan menentukan masa pakai komponen yang dilas. 

Oleh karena simulasi itu merupakan  model perhitungan teoretis, hasilnya harus diverifikasi dengan eksperimen. 

Dan eksperimen inilah yang dilakukan oleh Dr. Joana Rebelo Kornmeier peneliti andalan Heinz Maier-Leibnitz Zentrum. 

Ia  bersama rekan-rekan dari Prancis, negara Republik Ceko, dan para insinyur dari asosiasi industry uamg bergabung  di Network on Neutron Techniques Standardization for Structural Integrity.

Apakah pengelasan dapat menyebabkan stress atau tekanan pada komponen? 

Tekanan atau stress ini merupakan praktik yang  umum terjadi pada jahitan las komponen yang dikerjakan berulang kali setelah pengelasan, misalnya dengan penggilingan.

Akan tetapi, panas yang dihasilkan dalam proses menyebabkan perubahan stuktur bahan logam. 

Panas mendistorsi kisi atom yang diatur secara teratur, sehingga menciptakan tegangan pada komponen. Bentuk komponen menjadi rusak dan gagal.

Baca: Menghindari Kegagalan Produksi Komponen, Apa yang harus Dilakukan?

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT