Pemanfaatan Energi Terbarukan, Tinjauan Komprehensif Damen Yachting

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Bagaimana pemanfaatan energi terbarukan  di industri pelayaran seperti Indonesia? Menarik tinjauan komprehensif antara  Damen Yachting dan Blue World Technologies pembuat teknologi energi metanol. 

Perusahaan pelayaran Damen Yachting berkomit mengurangi jejak karbon (kiri) dengan menggunakan energi baru terbarukan yakni metanol sebagai pembangkit listrik untuk mesin penggerak kapal. Kiri ke kanan(gambar kanan): Di dermaga Damen Yachting di Vlissingen, Belanda, kesepakatan ditandai dengan foto bersama: Rob Luijendijk, Direktur Penjualan & Desain Produk Damen Yachting; Torben Mørch Sørensen, Direktur Penjualan Kelautan Blue World Technologies; Adriaan Roose, Manajer Desain Produk Amels Damen Yachting; dan Haico van Roeden, Insinyur Desain & Proposal Damen Yachting (Foto/@: Blue World Technologies)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMacnhinews.id – Blue World Technologies (sumber): Menghadapi perubahan iklim, pemanfaatan energi terbarukan sebagai wujud misi utama stake holders seperti perusahaan pelayaran di tiap negara, sangat menentukan keberhasilan pengurangan emisi gas rumah kaca.  

Misi utama dalam mengatasi perubahan iklim adalah mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan adaptasi terhadap perubahan iklim. Dilansir dari indonesia.un.org,  PBB mendukung kegiatan utama seperti pengembangan kapasitas, bantuan teknis, dan berbagai diskusi.

Selanjutnya, perlu membangun kemitraan, saling bertukar ilmu pengetahuan, pengumpulan data dan analisis, dukungan langsung, pengiriman layanan, saran kebijakan, fungsi pendukung, dan koordinasi. 

Dalam rangka mencapai tujuan bersama, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang erat antara semua pihak terkait. Contohnya, misi atau tujuan bersama dapat diwujudkan dalam kerja sama seperti komitmen pemanfaatan energi terbarukan di tiap stake holders termasuk di industri pelayaran. 

Contohnya, perusahaan pelayaran Damen Yachting dan Blue World Technologies bersepakat untuk membangun kolaborasi strategis tingkat tinggi di bidang penggunaan teknologi energi. 

Kolaborasi itu dimulai sejak akhir April 2023. Kerja sama ini merupakan cerminan komitmen Damen Yachting terhadap penelitian dan penerapan teknologi bahan bakar yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Perusahaan yang berlokasi di Aalborg, Denmark, Blue World Technologies merupakan pengembang dan produsen sel bahan bakar proton exchange membrane (PEM) dengan temperatur tinggi dengan menggunakan metanol. 

PEM adalah jenis sel bahan bakar yang menggunakan membran tukar proton sebagai elektrolitnya. Sel bahan bakar ini biasanya digunakan dalam aplikasi transportasi dan pembangkit listrik tulis rumahweb.com

Misi Blue World adalah memperkenalkan teknologi sel bahan bakar metanol yang hemat energi dan hemat biaya. 

Blue World Technologies bekerja sama dengan Damen Yachting yang merupakan   bagian dari program energi pembuat superyacht di Belanda. 

Kolaborasi yang diyakini oleh Direktur Penjualan Kelautan Blue World Technologies,  Torben Mørch Sørensen membawa peluang luar biasa bagi kedua belah pihak. 

“Damen Yachting adalah pemain yang sangat kuat di superyachts. Kami menghargai kepercayaan mereka terhadap teknologi sel bahan bakar Blue World. Kolaborasi ini memberikan pembelajaran dan pengetahuan berharga bagi kedua belah pihak dalam jalur menuju industri maritim yang lebih ramah lingkungan,” kata Torben Mørch Sørensen. 

Dengan nada gembira, Torben Mørch Sørensen menjelaskan bahwa kolaborasi yang erat antara pembangun dan pemasok, seperti  yang mereka lakukan sangat penting untuk menerapkan teknologi baru dan inovatif yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi iklim dan lingkungan serta pemilik kapal pesiar.

Saat meneliti calon mitra teknologi energi, produk Blue World Technologies memainkan peran berpengaruh dalam pilihan Damen Yachting untuk bekerja sama dengan perusahaan yang memungkinkan mereka melihat teknologi generasi mendatang dalam jangka panjang. 

Khususnya teknologi sel bahan bakar generasi berikutnya yang menawarkan efisiensi lebih tinggi dengan potensi tambahan untuk pengoperasian kapal yang lebih hemat energi secara keseluruhan berkat kualitas panas yang dapat diperoleh kembali. 

Selain itu, fokus mereka pada metanol sejalan dengan visi keberlanjutan Damen Yachting dalam mengurangi dampak karbon dan peran metanol dalam hal tersebut.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Blue World Technologies. Dari kunjungan pertama kami ke fasilitas mereka di Denmark, tampak jelas bahwa sinergi besar antara kedua perusahaan. Kita mempunyai tujuan sama dan cara kerja kita selaras dengan baik,” sambut Haico van Roeden, Insinyur Desain dan Proposal Kapal Pesiar Damen. 

Tim Blue World Technologies bekerja sama dengan Manajer Desain Produk dan Insinyur di Damen Yachting untuk menerapkan solusi berkelanjutan pada produk dan proyek pembuat kapal pesiar asal Belanda tersebut sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan.

Pemanfaatan energi terbarukan: metanol dan sel bahan bakar

Metanol dapat dibuat dari sumber terbarukan baik sebagai biofuel atau bahan bakar elektronik.

Karena sifat metanol yang cair, infrastruktur bahan bakar global yang ada untuk penyimpanan, transportasi, dan distribusi dapat digunakan kembali. Metanol adalah bahan bakar alternatif yang sangat dikenal di industri maritim.

Sistem sel bahan bakar dari Blue World Technologies memastikan konversi energi metanol yang tinggi sehingga menurunkan biaya bahan bakar tambahan yang terkait dengan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Menurut Methanol Institute, untuk memenuhi peningkatan permintaan, produksi metanol diperkirakan akan meningkat lima kali lipat pada tahun 2050 dan lebih dari 80 persen diperkirakan berasal dari sumber terbarukan.

Pelayaran nasional Indonesia

Perusahaan pelayaran Indonesia memiliki beberapa program untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional kapal. Salah satu program yang diterapkan adalah penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Beberapa jenis bahan bakar alternatif yang digunakan oleh kapal-kapal nasional di Indonesia antara lain:

  • Liquefied Natural Gas (LNG): Merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang paling umum digunakan oleh kapal-kapal nasional di Indonesia. LNG memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil seperti minyak dan batubara demikian ojs.balitbanghub.dephub.go.id
  • Biodiesel: Bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati dan dapat digunakan sebagai pengganti solar atau diesel. Biodiesel memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil simpul mongabay.co.id
  • Bioethanol: Bahan bakar ini dibuat dari tanaman seperti jagung, tebu, dan sorgum. Bioethanol dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil seperti bensin dan diesel. Bioethanol memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
  • Metanol: Digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil seperti minyak dan batubara. Metanol memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Berkaitan dengan upaya mengurangi emisi gas rumah kaca,  Indonesia menetapkan target untuk meningkatkan andil energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada tahun 2025.

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT