Maritim Gunakan Metanol yang lebih Ramah Lingkungan

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sektor maritim gunakan metanol sebagai bahan bakar pembangkit kelistrikan. Perusahaan  Blue World Technologies produsen fuel cell  ingin mempercepat transisi rumah lingkungan khususnya di dunia maritima atau perkapalan. 

Maritim Gunakan Metanol
Seorang operator mesin kapal layer  memeriksa mesin pembangkit listrik berbasis metanol (gambar kiri). APU dihubungkan ke generator AC melalui gear box. Flap dibuka, memungkinkan saluran masuk udara, yang dikompresi dan disediakan oleh APU melalui katup kontrol pembuangan. Generator menyuplai Electronic control box (ECB), suatu pengontrol digital yang berfungsi sebagai: Kirimkan data ke panel saat aktif; Kontrol katup kontrol pendarahan; Pantau udara terkompresi, yang disebut bleed air; Mulai dan pantau generator; Kontrol fluks bahan bakar; dan (gambar kanan) Kontrol unit pengapian (Foto/@: Blue World Technologies/electricalelibrary.com)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

technoMachinews.id – Blue World Technologies (sumber): Sektor maritim gunakan metanol merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi fosil sebagai bahan pembangkit energi dengan menggunakan fosil selama ini. 

Kenyataan, industri pelayaran menyumbang sekitar tiga persen emisi gas rumah kaca global setiap tahun. Bagaimana industri pelayaran menyikapi perubahan iklim dan membantu sektor maritim? 

Dalam dua tahun terakhir, upaya Blue World Technologies produsen fuel cell atau bahan bakar  metanol melakukan kerja sama dengan beragam industri yang masih menggunakan bahan fosil sebagai pembangkit energi dengan fosil. 

Perusahaan yang bermarkas di Denmark ini ingin mempercepat transisi ramah lingkungan di pasar maritim atau perkapalan. Dengan pengembangan sistem auxiliary power unit (APU) berbasis sel bahan bakar yang menggunakan metanol.  

Sistem APU merupakan perangkat pada mesin yang menyediakan energi untuk fungsi pembagkit kelistrikan tulis  bi.go.id. Dalam konteks Blue World Technologies ini dan merujuk pada sistem unit daya bantu atau APU berbasis sel bahan bakar metanol yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut.

Blue World Technologies mampu menggantikan generator diesel konvensional untuk pasokan daya di kapal seperti diungkapkan oleh laman id.wikipedia.org.

Blue World telah memulai penanganan pasar maritim dengan menyediakan sistem APU berbasis sel bahan bakar metanol yang sangat efisien. Produsen sel bahan bakar di Denmark ini memperluas aktivitasnya di bidang pelayaran atau maritim. 

Fokusnya adalah dengan unit daya tambahan (APU) bertenaga sel bahan bakar metanol, perusahaan-perusahaan pelayaran dapat menggantikan penggunaan generator diesel konvensional yang selama ini memasok listrik di kapal. 

Blue World Technologies adalah pengembang dan produsen sel bahan bakar membran penukar proton suhu tinggi yang ambisius dan visioner dan telah memulai produksi seri sejak  Desember 2022. 

Fokus perusahaan pada industri maritim didukung oleh Bill Gates pendiri Breakthrough Energy Ventures yang pada Agustus 2022 bertindak sebagai investor dengan dana senilai total Euro 37 juta.

Dengan keputusan untuk memperluas aktivitas perusahaan dalam pengembangan dan manufaktur hingga mencakup sistem APU yang digunakan di sektor maritim.

Blue World Technologies menyediakan Solusi sistem APU modular dalam kisaran megawatt untuk integrasi langsung dalam pembangunan baru serta retrofit pada kapal yang sudah berlayar.

“Terutama dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat bahwa penggunaan metanol terbarukan sebagai bahan bakar pelayaran telah berubah menjadi tren global dengan semakin banyaknya kapal pemakai bahan bakar metanol,” cerita kata Mads Friis Jensen, Co-founder dan Chief Commercial Officer Blue World Technologies. 

Selanjutnya,  kapal pesiar, dan kapal kontainer besar yang dilayarkan di lautan juga dapat menggunakan metanol demikian Mads Friis Jensen. 

Sebagai penyedia unit daya tambahan untuk pengiriman, Blue World Technologies  mendukung tren ini dengan menawarkan solusi sel bahan bakar metanol berdaya tinggi.

Maritim gunakan metanol lebih efisien 

Kenapa? Karena metanol berdaya listrik yang tinggi, lebih efisien, daya tahan lama, dan biaya perawatan mesin lebih rendah. Apa lagi, jika menggabungkan teknologi inti buatan Blue Word Technologies dengan seluruh produksi mulai dari komponen hingga sistem jadi. 

“Kami jamin pelanggan  akan mendapatkan manfaat dari pengetahuan teknologi langsung Blue World Technologies,” imbuh Mads Friis Jensen.

Sistem sel bahan bakar metanol Blue World Technologies dapat menyuplai listrik yang dibutuhkan di atas kapal dengan  menggunakan konfigurasi kabinet sederhana dan modular yang terdiri dari kabinet 200 kilowatt.

Dan jika digabungkan dapat memberikan beban energi dalam kisaran megawatt. Artinya, pasokan energi dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan yakni kapal layar. 

Untuk mengimbangi premium ramah lingkungan dari bahan bakar elektronik seperti metanol, sistem APU sel bahan bakar metanol memiliki efisiensi energi sebesar 45 hingga 60 persen. 

Hal ini akan menurunkan biaya operasional dan dengan demikian memungkinkan penggunaan bahan bakar elektronik yang hemat biaya.

Metanol terbarukan dianggap sebagai salah satu bahan bakar paling potensial di masa depan dalam bidang pelayaran, karena penggunaannya memungkinkan pengoperasian yang netral terhadap iklim. 

Secara global, perusahaan pelayaran ternama sudah mulai meningkatkan armada mereka ke bahan bakar ramah lingkungan ini. Selain emisi CO2 bersih, sel bahan bakar Blue World akan memastikan pengoperasian tanpa emisi NOx, SOx, dan partikel yang berbahaya.

Di tahun-tahun mendatang, Blue World akan memperluas kapasitas produksinya dan bertujuan untuk mengambil langkah lebih lanjut ke pasar maritim dengan sistem sel bahan bakar metanol sebagai penggerak.

Unit daya tambahan berbasis sel bahan bakar metanol Blue World

Konfigurasi modular yang terdiri dari kabinet 200 kilowatt yang digabungkan dapat memberikan beban energi dalam kisaran megawatt.

Sel bahan bakar didasarkan pada teknologi PEM suhu tinggi (beroperasi pada 160-180°C) yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kotoran sehingga tidak diperlukan pemurnian gas pada gas yang diformat ulang.

Yang unik dari sel bahan bakar suhu tinggi proton exchange membrane (PEM) adalah potensi pemanfaatan limbah panas dimana sebagian panas limbah dari sel bahan bakar digunakan untuk menggerakkan proses reformasi metanol dan dengan demikian mengoptimalkan efisiensi sistem secara keseluruhan. 

Selain itu, limbah panas juga dapat digunakan untuk pemulihan energi tambahan. Sistem APU sel bahan bakar akan memiliki efisiensi listrik yang tinggi yaitu 45 hingga 60 persen.

Ketika ditenagai oleh metanol terbarukan, APU memiliki operasi net-zero.

Tanpa emisi NOx, SOx, atau partikel, APU sel bahan bakar tidak menyebabkan polusi udara.

Blue World Technologies adalah perusahaan manufaktur sel bahan bakar yang berfokus pada pengembangan dan produksi sel bahan bakar proton exchange membrane (PEM) dengan temperatur tinggi. 

Salah satu misi perusahaan ini adalah: sektor maritim gunakan metanol.

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT