17 lembaga Fraunhofer menggelar inovasi robotika canggih pada pameran automatica yang berlangsung di München, Jerman pada 24–27 Juni 2025. Pameran ini merupakan panggung teknologi dan arah industri manufaktur glonal.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachinews.id – Fraunhofer IWU (sumber): Apa yang menarik dari inovasi robotika canggih pada pameran automatica 2025 yang berlangsung di München, Jerman pada 24–27 Juni 2025?
Sebanyak 17 lembaga dari grup Fraunhofer menampilan teknologi robotika tercanggih dengan tema: Pusat Serba Ada untuk Manufaktur Pabrik, Mesin, dan Kendaraan: Fraunhofer autoMOBILproduction Alliance Hadirkan.
Berfokus pada sistem yang mengoptimalkan keandalan sistem itu sendiri, pabrik yang fleksibel dan adaptif, keterlibatan manusia dalam produksi, dan rantai proses produksi yang lincah, 17 lembaga dari Fraunhofer menamakan diri dengan autoMOBILproduction Alliance merupakan mitra industri.
Ketangguhan teknologi yang diusung pada automatica 2025, merupakan sebuah aliansi yang menghadirkan solusi otomatisasi yang cerdas dengan jaminan kualitas, aplikasi VR dan AR langsung, dan sistem sensor yang sangat tangguh untuk kontrol proses.
Mitra proyek yang bergabung dengan nama GreenBotAI terdiri dari Fraunhofer IWU, Munich University of Applied Sciences dari Fakultas Sains Terapan dan Mekatronika, pengembang perangkat lunak INBOLT SAS, dan École Nationale Supérieure d’Arts et Métiers atau ENSAM LISPEN dari Prancis.
Proyek ini mendapatkan dana dari Kementerian Federal yang mengurusi Ekonomi dan Energi. menyediakan pendanaan. Para ahli yang bekerja sama dalam proyek GreenBotAI membuat robot yang lebih fleksibel dan mampu mengurangi konsumsi energi sampai 25 Persen.

Ukuran batch yang lebih kecil alih-alih produksi dapat dilakukan secara massal, dan jalur produksi yang lebih kompleks, sementara tekanan persaingan semakin meningkat, dan rantai pasokan yang tidak stabil.
Panggung teknologi membentuk arah baru industri manufaktur
Oleh karena itu, dalam konteks ekonomi inilah proyek GreenBotAI digarap oleh para peneliti Jerman-Prancis. Mereka berfokus pada peran robotika.
Proyek GreenBotAI direncanakan untuk mencapai tiga tujuan utama yakni: memastikan produksi tanpa gangguan meski terjadi waktu yang krisis, memperkuat otonomi Eropa dalam otomatisasi produksi, dan secara signifikan mengurangi konsumsi energi aplikasi robotik di pabrik-pabrik Eropa.
GreenBotAI menangani aspek teknis seperti respons robot industri dan waktu latensi, perencanaan jalur yang dioptimalkan, dan melakukan tugas “saat itu juga” selama pergerakan robot.
Misalnya, ini memungkinkan pengambilan gambar untuk pengenalan objek tanpa henti, menyederhanakan tugas penanganan dan perakitan.
Institut Fraunhofer untuk Perkakas Mesin dan Teknologi Pembentukan IWU adalah koordinator utama dalam proyek ini. Mengurangi Konsumsi Energi Tanpa Mengganti Robot
GreenBotAI menggunakan beberapa tuas untuk mengurangi konsumsi energi hingga 25 persen. Ini termasuk model AI ringan, tugas mencengkeram yang dipercepat, dan beban komputasi yang berkurang.
Menawarkan solusi lengkap untuk manufaktur pabrik, mesin, dan kendaraan—termasuk sistem otomatisasi, kontrol kualitas, dan teknologi sensor canggih.
Melalui pameran ini, para ahli menampilkan inovasi seperti robotika kolaboratif berbasis AI, digital twin, serta aplikasi VR dan AR yang digunakan pada proses produksi yang lebih efisien.
München menjadi pusat perhatian dunia industri dan internasional terhadap automatica 2025.
Salah satu highlight yang menyita perhatian adalah partisipasi Fraunhofer autoMOBILproduction Alliance yang menghadirkan beragam inovasi robotika berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung revolusi industri 4.0.
Bagaimana mengendalikan pergerakan yang kompleks dengan data gambar yang sederhana? Bagaimana robot berkolaboratif pada saat berlangsung poses produksi?
Apakah ada perusahaan dari Indonesia yang mengikuti automatica 2025?
Pameran automatica 2025 bukan hanya panggung teknologi, namun ekspo ini menjadi ajang untuk membentuk arah baru bagi industri manufaktur global.
Inovasi yang ditampilkan Fraunhofer adalah bukti bahwa masa depan produksi akan mengandalkan kombinasi antara otonom, kolaboratif, dan berkelanjutan.





