Inovasi Robotika Canggih pada automatica 2025                                                    

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

17 lembaga Fraunhofer menggelar inovasi robotika canggih pada pameran automatica yang berlangsung di München, Jerman pada 24–27 Juni  2025. Pameran ini merupakan panggung teknologi dan arah industri manufaktur glonal.

Robotika dibuat mudah dan efisien: Dipandu oleh data 3D, robot mengambil klip dan memasukkannya ke bagian yang bergerak dengan kontrol gaya-momen, berkat AI yang cerdas. Di latar belakang: kembaran digital aplikasi. (Foto/©: Fraunhofer IWU, gambar diambil di Munich University of Applied Sciences)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer IWU (sumber): Apa yang menarik dari inovasi robotika canggih pada pameran automatica 2025  yang berlangsung di München, Jerman pada 24–27 Juni  2025?

Sebanyak 17 lembaga dari grup Fraunhofer menampilan teknologi robotika tercanggih dengan tema: Pusat Serba Ada untuk Manufaktur Pabrik, Mesin, dan Kendaraan: Fraunhofer autoMOBILproduction Alliance Hadirkan. 

Berfokus pada sistem yang mengoptimalkan keandalan sistem itu sendiri, pabrik yang fleksibel dan adaptif, keterlibatan manusia dalam produksi, dan rantai proses produksi yang lincah, 17 lembaga dari Fraunhofer menamakan diri dengan  autoMOBILproduction Alliance merupakan mitra industri.

Ketangguhan teknologi yang diusung pada automatica 2025, merupakan sebuah aliansi yang menghadirkan solusi otomatisasi yang cerdas dengan jaminan kualitas, aplikasi VR dan AR langsung, dan sistem sensor yang sangat tangguh untuk kontrol proses.

Mitra proyek yang bergabung dengan nama  GreenBotAI terdiri dari Fraunhofer IWU, Munich University of Applied Sciences dari Fakultas Sains Terapan dan Mekatronika, pengembang perangkat lunak INBOLT SAS, dan École Nationale Supérieure d’Arts et Métiers  atau ENSAM LISPEN dari Prancis.

Proyek ini mendapatkan dana dari Kementerian Federal yang mengurusi Ekonomi dan Energi.  menyediakan pendanaan. Para ahli yang bekerja sama  dalam proyek GreenBotAI membuat robot yang lebih fleksibel dan mampu mengurangi konsumsi energi sampai 25 Persen.

Xeidana® merupakan pengontrol kualitas sebaris dengan proyeksi AR. Sistem mengonfirmasi bahwa klip telah dimasukkan dengan benar (gambar konsep dengan klip yang belum dimasukkan). Xeidana® mendeteksi cacat permukaan selama atau segera setelah langkah produksi. Kemampuan waktu nyata memungkinkan pengecekan setiap komponen — tanpa mengeluarkannya dari jalur produksi dan tanpa mengganggu waktu siklus (Foto/©: Ronald Bonß)

Ukuran batch yang lebih kecil alih-alih produksi dapat dilakukan secara massal, dan jalur produksi yang lebih kompleks,  sementara tekanan persaingan semakin meningkat, dan rantai pasokan yang tidak stabil.

Panggung teknologi membentuk arah baru industri manufaktur

Oleh karena itu, dalam konteks ekonomi inilah proyek GreenBotAI  digarap  oleh para peneliti Jerman-Prancis. Mereka berfokus pada peran robotika.

Proyek GreenBotAI direncanakan untuk mencapai tiga tujuan utama yakni:  memastikan produksi tanpa gangguan meski terjadi waktu yang krisis, memperkuat otonomi Eropa dalam otomatisasi produksi, dan secara signifikan mengurangi konsumsi energi aplikasi robotik di pabrik-pabrik Eropa.

GreenBotAI menangani aspek teknis seperti respons robot industri dan waktu latensi, perencanaan jalur yang dioptimalkan, dan melakukan tugas “saat itu juga” selama pergerakan robot.

Misalnya, ini memungkinkan pengambilan gambar untuk pengenalan objek tanpa henti, menyederhanakan tugas penanganan dan perakitan.

Institut Fraunhofer untuk Perkakas Mesin dan Teknologi Pembentukan IWU adalah koordinator utama dalam proyek ini. Mengurangi Konsumsi Energi Tanpa Mengganti Robot

GreenBotAI menggunakan beberapa tuas untuk mengurangi konsumsi energi hingga 25 persen. Ini termasuk model AI ringan, tugas mencengkeram yang dipercepat, dan beban komputasi yang berkurang.

Menawarkan solusi lengkap untuk manufaktur pabrik, mesin, dan kendaraan—termasuk sistem otomatisasi, kontrol kualitas, dan teknologi sensor canggih.

Melalui pameran ini, para ahli menampilkan inovasi seperti robotika kolaboratif berbasis AI, digital twin, serta aplikasi VR dan AR yang digunakan pada proses  produksi yang lebih efisien.

München menjadi pusat perhatian dunia industri dan internasional terhadap automatica 2025.

Salah satu highlight yang menyita perhatian adalah partisipasi Fraunhofer autoMOBILproduction Alliance yang menghadirkan beragam inovasi robotika berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung revolusi industri 4.0.

Bagaimana mengendalikan pergerakan yang kompleks dengan data gambar yang sederhana? Bagaimana robot berkolaboratif pada saat berlangsung poses produksi?

Apakah ada perusahaan dari Indonesia yang mengikuti  automatica 2025?

Pameran automatica 2025 bukan hanya  panggung teknologi, namun ekspo ini menjadi ajang untuk  membentuk arah baru bagi industri manufaktur global.

Inovasi yang ditampilkan Fraunhofer adalah bukti bahwa masa depan produksi akan mengandalkan kombinasi antara otonom, kolaboratif, dan berkelanjutan.

 

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT