Bagaimana memperkuat infrastruktur hidrogen dengan test bench (media) sebesar 80kW? Cara ini dilakukan untuk mengembangkan teknologi hidrogen sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachinews.id – Fraunhofer IWU (sumber): Dengan memperkuat infrastruktur hidrogen yang menggunakan test bench 80 kW, Saxony salah satu negara bagian dari Federal Jerman melangkah lebih maju pada bidang energi hidrogen.
Upaya Saxony untuk memperkuat infrastruktur hidrogen dengan test bench yang berkapasitas 80 kW perlu kita pahami: bagaimana daerah itu mengembangkan teknologi hidrogen sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.
Dengan test bench (media) memungkinkan pengujian dan pengembangan sistem hidrogen yang lebih efisien dan aman, memnciptakan inovasi-inovaasi dan pertumbuhan industri hidrogen di Saxony atau Sachsen menurut diksi bahasa Jerman.
Melalui sejumlah investasi, Saxony semakin mendekati targetnys untuk menjadi pemimpin dalam transisi energi bersih di Jerman.
Pengembangan infrastruktur hidrogen itu diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.
Saxony terus komit untuk mendukung masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan dengan menggunakan teknologi hidrogen yang canggih.
Saxony atau Sachsen (Jerman) adalah salah satu dari 16 negara bagian yang berlokasi di bagian timur Jerman dengan ibukota di Dresden. Wilayah ini memiliki peran penting dalam perkembangan industri dan teknologi di Jerman.
Sel bahan bakar mengubah hidrogen menjadi energi listrik, menyediakan sumber daya bebas CO₂ secara lokal yang digunakan penggerak truk besar, kendaraan rel (kereta api), kapal, mobil, dan pesawat terbang.
Mulai Oktober 2025, temuan para ahli di Fraunhofer IWU akan menguji sel bahan bakar dan sistem sel bahan bakar secara menyeluruh atas nama klien industri dan mitra proyeknya.
Elemen utama infrastruktur h₂: memperkuat teknologi manufaktur
Seiring dengan pertumbuhan infrastruktur hidrogen dilakukan pengujian untuk mengkarakterisasi dan mengevaluasi kinerja, daya tahan, keandalan, dan sifat penting lainnya dalam berbagai kondisi pengoperasian.
Komponen penting seperti unit pendingin, pemisah air, pompa, sensor, pelembap, dan penukar panas juga diteliti oleh para ahli.
Tim yang dipimpin oleh Dr. Carmen Meuser memiliki tujuan yang jelas: untuk mempercepat peningkatan produksi sel bahan bakar dan sekitarnya, dan Fraunhofer IWU berfokus pada teknologi manufaktur.
Ringkas namun lengkap: Unit reverse osmosis yang memasok air ultramurni untuk melembabkan sistem sel bahan bakar selama pengujian yang diamati oleh Dr. Carmen Meuser (Foto/©: Fraunhofer IWU)
Melalui inisiatif yang dilakukan oleh Referenzfabrik H2, sebuah perusahaan yang memimpin jaringan penciptaan nilai dari perusahaan itu, maka para ahli Fraunhofer mengoptimalkan proses produksi untuk elektroliser dan sel bahan bakar.
Semua diuji coba tentang cara membuat sistem hidrogen sesuai untuk produksi dalam skala besar—melalui pengurangan biaya produksi, yang membuka jalan baru sebagai terobosan pasar untuk sistem hidrogen yang vital.
Media uji coba digunakan untuk memverifikasi hasil manufaktur—guna membantu memvalidasi konsep material sebelum produk memasuki produksi seri.
Desain untuk manufaktur menghubungkan jaminan kualitas dengan analisis material untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan fungsionalitas produk.
Penyelarasan awal material dan strategi produksi sangat penting, terutama untuk penskalaan sistem hidrogen secara industri yang cepat dengan memperkuat infrastruktur hidrogen.
Tim Meuser menggunakan media atau wadah uji 80 kW untuk sistem sel bahan bakar guna memeriksa hasil manufaktur.
Pengujian produk setengah jadi—bukan hanya tumpukan yang sudah jadi seperti tumpukan sel bahan bakar—merupakan kontribusi penting untuk jaminan kualitas dan efisiensi serta masa pakai sistem ini.
Misalnya, pengukuran impedansi (untuk menilai resistansi internal dalam sistem sel bahan bakar) mendukung analisis kesalahan dan diagnostik penuaan.
Untuk mendukung program pengujian ekstensif yang sejalan dengan peraturan Uni Eropa (“Standar Diselaraskan”), dan pedoman Amerika Serikat (“Standar Teknis Departemen Energi,” DoE), atau persyaratan pelanggan individu, lebih dari sekadar media uji coba yang tersedia.
Laboratorium bersertifikat—yang diakreditasi berdasarkan Bagian 15 dari Ordonansi Keselamatan Operasional Jerman—telah didirikan.
Baik media uji coba mau pun ruang uji relatif besar, yang memungkinkan evaluasi modul 80 kW, termasuk komponen keseimbangan pabrik seperti unit pendingin, pemisah air, pompa, sensor, pelembap, dan penukar panas.
Media uji tambahan ditambahkan ke lab pengujian hidrogen di Fraunhofer IWU Chemnitz pada musim gugur tahun 2025.
Media ini mencakup wadah uji sel bahan bakar 250 W untuk mengkarakterisasi komponen individual dan madia uji elektroliser 1 kW untuk tumpukan mini yakni karakterisasi tingkat komponen.
Media uji ini mendukung pengukuran impedansi dan dilengkapi unit voltametri siklik untuk menilai kondisi permukaan katalis.
Fitur ini memungkinkan analisis apakah kerusakan yang diamati dapat dipulihkan atau permanen dan memungkinkan evaluasi material baru—terutama relevan untuk mengganti material yang mahal atau langka, yang menjadi perhatian khusus produsen.
Pada saat yang sama, tim hidrogen Fraunhofer IWU tengah bekerja keras mengembangkan Hydrogen Lab Görlitz (HLG), yang berfokus pada produksi dan penyimpanan hidrogen.
Metode utama untuk memproduksi hidrogen adalah elektrolisis, yang memecah air menjadi hidrogen dan oksigen. HLG dilengkapi dengan media uji coba untuk elektroliser dalam berbagai kelas daya hingga 2 MW.
Media uji coba ini memungkinkan simulasi beban mekanis, seperti mereplikasi kondisi gelombang untuk elektrolisis lepas pantai.
Ruang iklim direncanakan sebagai lingkungan pengujian, yang memungkinkan simulasi suhu sekitar dari -30° C hingga +70° C dengan tingkat kelembapan yang dapat disesuaikan.
Lebih jauh, para peneliti bertujuan untuk menstandardisasi evaluasi kinerja elektroliser, menilai kinerja bergantung pada parameter pengoperasian dan material, serta mensimulasikan proses penuaan guna yang diperkuat infrastruktur hidrogen.





