Otomasi Perekat Komposit Buka Era Baru Manufaktur Ringan Industri

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Otomasi Perekat Komposit Buka Era Baru Manufaktur Ringan Industri Fraunhofer IFAM memenangkan JEC Composites Innovation Award 2026 lewat teknologi otomasi perekat (bonding) komposit berbasis robotik dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi manufaktur aerospace dan industri ringan. Apakah teknologi bonding sudah diterapkan di Indonesia?

Pengukuran celah perekat otomatis dan dosis volumetrik dengan kontrol waktu nyata berbasis sensor pada bingkai jendela pesawat menggunakan robot ringan (Foto/©: Fraunhofer IFAM)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer IFAM (sumber): Selamat kepada lembaga riset manufaktur terkemuka Jerman, Fraunhofer IFAM yang meraih penghargaan bergengsi JEC Composites Innovation Award 2026.

Penghargaan itu dicapai berkat hasil inovasi otomasi proses bonding komponen komposit serat buatan para peneliti.

Teknologi bonding yang dikembangkan bersama mitra proyek SAUBER 4.0 tersebut dipresentasikan pada pameran JEC World 2026 di Paris, Prancis yang berlangsung belum lama ini.

Solusi itu menggabungkan robot ringan, pengukuran celah digital, dan sistem dosing perekat otomatis untuk meningkatkan presisi, produktivitas, serta efisiensi produksi komponen komposit dalam industri aerospace, energi angin, kendaraan komersial, hingga perkeretaapian.

Penerapan otomasi, digitalisasi, dan robotika yang dilakukan bersama dengan personel (SDM) yang terlatih khusus, akan menghasilkan produksi masa depan yang efisien, berkecepatan tinggi, dan mudah beradaptasi terhadap kondisi.

Menerima Penghargaan Inovasi Komposit JEC 2026 dalam kategori Dirgantara – Proses: maka Fraunhofer IFAM bersama dengan para mitranya dalam proyek SAUBER 4.0, menerima penghargaan tersebut.

Fokus presentasi pameran dagang mereka di JEC WORLD 2026 adalah pada solusi otomatisasi inovatif untuk pengikatan, perakitan (bonding), dan pemrosesan struktur ringan besar dalam skala 1:1.

Solusi otomatisasi bonding itu bermanfaat untuk sektor dirgantara, energi angin, kendaraan komersial, kendaraan kereta api, dan pertanian, serta pelatihan lebih lanjut dalam konteks teknologi komposit perekat dan serat.

Pengikatan perekat (bonding) adalah metode penyambungan yang ideal untuk produksi komponen komposit yang diperkuat serat dengan laju tinggi, memenuhi tuntutan industri saat ini dan masa depan untuk konstruksi ringan yang ditargetkan.

Lebih jelasnya, innovative automation solutions for bonding adalah sistem otomasi cerdas yang mengoptimalkan proses penyambungan dengan menggunakan perekat melalui teknologi robotik, sensor, dan kontrol digital.

Memahami perbedaan bonding otomatis dan bonding manual pada industri komposit sangat penting terutama di sektor aerospace dan kendaraan listrik (EV)—kedua industri itu membutuhkan kekuatan struktur tinggi, bobot ringan, dan konsistensi kualitas produksi.

Otomatisasi yang konsisten dan adaptif dari proses pengikatan ini akan menjadi semakin penting di masa depan, mengingat semakin meningkatnya kekurangan tenaga kerja yang terampil.

Pada saat yang sama, pelatihan khusus bagi pekerja agar lebih terampil dalam pengikatan perekat dan teknologi komposit yang diperkuat serat juga sangat penting.

Material komposit menuntut proses pengikatan yang tinggi. Faktor-faktor penting meliputi pengetahuan yang tepat tentang situasi penyambungan dan pilihan yang tepat antara perekat seperti pasta dan film perekat.

Solusi R&D yang dikembangkan secara khusus oleh Fraunhofer IFAM – seperti pengukuran celah digital, pengisian celah adaptif, dan proses aplikasi otomatis untuk perekat seperti pasta dan film perekat.

Hal itu memungkinkan proses pengikatan yang sangat presisi, tahan lama, dan hemat biaya bahkan untuk struktur komposit yang paling menuntut, sekaligus meningkatkan produktivitas.

Teknologi pengikatan perekat sebagai pendukung konstruksi ringan

Perekat dan bahan penyegel memungkinkan kombinasi efisien antara plastik yang diperkuat serat atau fiber reinforced polymer (FRP) dengan logam dan material ringan lainnya.

Selain transmisi gaya, bahan tadi melakukan tugas-tugas seperti pengisian celah, penyegelan, dan penyegelan tepi.

Dengan meningkatnya persyaratan kualitas dan dokumentasi, proses manual mencapai batasnya; sebaliknya, solusi otomatis mengurangi tingkat kesalahan dan biaya sekaligus meningkatkan kualitas.

Penyemprotan hisap vakum otomatis – pra-perawatan permukaan FRP abrasif robotik. Dalam industri modern—terutama pada material komposit seperti fiber reinforced polymer (FRP)—bonding dengan perekat menjadi metode penting untuk menyatukan berbagai material tanpa menggunakan baut, rivet, atau pengelasan.

Solusi otomasi inovatif ini menggabungkan robotika, sensor digital, perangkat lunak kontrol, dan sistem dosing perekat agar proses penyambungan berlangsung lebih akurat dan konsisten.

Penyemprotan hisap vakum adalah proses otomatis dan bersih yang dikembangkan di Fraunhofer IFAM untuk mengkasarkan permukaan guna menciptakan daya rekat sebelum pengikatan.

Ekstraksi langsung partikel peledakan menghasilkan permukaan yang bersih dan bebas residu.

Proses ini secara bersamaan melakukan pra-perawatan dan mengaktifkan permukaan dan juga dapat digunakan untuk menghilangkan lapisan individual komposit yang diperkuat serat (FRC) untuk penggoresan selama perbaikan.

Keberhasilan Fraunhofer IFAM menunjukkan bahwa masa depan manufaktur komposit sangat bergantung pada integrasi otomasi, robotika, dan digitalisasi proses produksi.

Bagi pelaku industri manufaktur di Indonesia—terutama sektor aerospace, transportasi, energi, dan alat berat—investasi pada teknologi bonding otomatis dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus efisiensi produksi.

Selain itu, perusahaan juga perlu memperkuat kompetensi SDM dalam teknologi komposit dan adhesive bonding melalui pelatihan dan sertifikasi agar mampu mengikuti standar global yang terus berkembang.

Dengan kombinasi teknologi dan tenaga kerja terampil, industri nasional dapat meningkatkan daya saing di rantai pasok manufaktur global.

Pemahaman kita semakin bertambah dengan membaca lanjutan artikel ini: Teknologi bonding komposit presisi tinggi meliputi: robot, sensor 3D, dan perekat adaptif tingkatkan kualitas produksi.

Apakah perusahaan di Indonesia telah menggunakan teknologi bonding? #SalamSobatTechnoMachinews

 

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT