Laser otonom berbasis AI mulai diterapkan pada industri baterai, energi fusion, penerbangan, mikroelektronik, hingga teknologi kesehatan. Bagaimana laser otonom mengubah hampir semua sektor manufaktur modern?

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachinews.id – Fraunhofer ILT (sumber): Teknologi yang dulu masih dianggap masa depan kini mulai digunakan di sektor industri. Temukan bagaimana laser otonom mengubah hampir semua sektor manufaktur modern.
Arah perkembangan teknologi laser semakin jelas, penerapannya kini meluas ke berbagai sektor strategis dunia.
Pada kongres AKL 2026—International Laser Technology Congress—berbagai perusahaan dan lembaga riset memamerkan bagaimana laser cerdas yang mampu meningkatkan efisiensi produksi baterai kendaraan listrik, dan mempercepat pengembangan pembangkit listrik fusion.
Serta memperbaiki mesin pesawat, memproduksi chip generasi baru, hingga meningkatkan tingkat keberhasilan operasi medis.
Apa yang dimaksud dengan Chip generasi baru atau next-generation chips?
Chip generasi baru adalah semikonduktor yang dirancang dengan menggunakan teknologi manufaktur dan arsitektur terbaru sehingga memiliki kinerja komputasi lebih tinggi, konsumsi daya lebih rendah, serta kemampuan pemrosesan data yang lebih cepat dibandingkan chip generasi sebelumnya.
Chip generasi baru ini mencakup berbagai jenis, seperti prosesor AI (AI accelerator), CPU, GPU, FPGA, dan ASIC yang dioptimalkan untuk beban kerja seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi tepi atau edge computing, Internet of Things (IoT), dan analitik data real-time.
Kombinasi laser, AI, robotika, digital twin, dan fotonik menjadi fondasi utama industri masa depan yang lebih cepat, presisi, dan hemat biaya.
Fotonika sebagai teknologi lintas sektoral
Meskipun penjualan mesin perkakas berbasis laser biasanya diperkirakan antara 10 dan 20 miliar Euro sedangkan pasar untuk produk yang menggunakan laser bernilai triliunan Euro.
Beragam jenis ponsel pintar, demikian juga chip komputer, dan hampir tidak ada mobil yang diproduksi saat ini tanpa menggunakan teknologi laser.
Fotonika adalah teknologi lintas sektoral yang, dengan bantuan laser, komponen optik, dan proses kompleks, memungkinkan kemajuan di bidang-bidang ini.
Dalam sesi Gerd Herziger di AKL’26, dengan judul Perspektif Baru untuk Laser dalam Sains dan Industri, tren dalam penerapan teknologi fotonik dibahas.
Trevor Ness (dengan IPG Photonics) mempresentasikan visi yang jelas: Laser akan menjadi terintegrasi, terukur, dan cerdas.
Peran robot akan mencapai peningkatan produktivitas yang signifikan dengan laser dan akan mampu bekerja bahkan di tempat yang tidak dapat dilakukan oleh manusia.
Komponen dan teknologi fotonik untuk ini saat ini sedang dikembangkan. Mereka semakin didigitalisasi dan menawarkan keluaran daya yang semakin tinggi.
“Daya rata-rata laser pulsa ultrasingkat (USP),” ungkap Dr. Jochen Stollenwerk, kepala Fraunhofer ILT di Aachen, Jerman, “mencapai kisaran kilowatt (kW) dua digit dengan perkembangan di Fraunhofer Cluster of Excellence Advanced Photon Sources – CAPS.”
Untuk laser gelombang kontinu, daya keluarannya kini bahkan lebih dari 100 kW, seperti yang dilaporkan oleh perwakilan dari berbagai perusahaan.
Profesor Constantin Häfner, Anggota Dewan Fraunhofer untuk Penelitian dan Transfer, menawarkan perspektif yang lebih luas.
Laser daya tinggi digunakan dalam konstruksi pembangkit listrik

Fokus perhatian Profesor Constantin Häfner tertuju pada pembangkit listrik fusi dan bagaimana pembangkit tersebut dapat diimplementasikan di Jerman.
Pembangkit listrik fusi adalah pembangkit yang menghasilkan energi melalui reaksi fusi nuklir—menggabungkan dua inti atom ringan menjadi inti atom yang lebih berat.
Prof. Profesor Constantin Häfner berpendapat bahwa pembangkit listrik fusi tersebut juga akan secara signifikan mengubah pasar laser: biaya dioda laser untuk beberapa pembangkit listrik fusi saja sudah akan melebihi volume pasar laser saat ini.
Ini terutama berarti bahwa biaya komponen harus menurun secara signifikan di masa depan.
Dengan Rencana Aksi Fusi, pemerintah Jerman menjanjikan lebih dari dua miliar euro untuk penelitian fusi, dan telah meresmikan rencananya untuk membangun pembangkit listrik fusi pertama di dunia yang berlokasi di Jerman.
Sebagai salah satu pembicara, Prof. Constantin Häfner membahas pentingnya ekosistem fusi yang muncul untuk masa depan penelitian fusi di Jerman: penggabungan keahlian nasional dari akademisi hingga industri untuk mencapai tujuan bersama.
Tantangan teknologi yang kompleks menawarkan potensi yang sangat besar untuk pengembangan pasar spin-off dan pertumbuhan di pasar fotonik, dari proses kering industri hingga aplikasi ruang angkasa dan sektor pertahanan.
Topik penelitian pembangkit listrik fusi kemudian dieksplorasi secara mendalam dalam satu sesi penuh di AKL’26. Pembicara seperti Prof. Markus Roth (dari perusaan TU Darmstadt, Focused Energy) mempresentasikan rencananya untuk fasilitas fusi laser.
Laser daya tinggi dengan standar sudah digunakan dalam konstruksi pembangkit listrik.
“Sektor energi adalah salah satu bidang aplikasi pertama untuk sistem laser dengan daya lebih dari 50 kW,” jelas Dr. Alexander Olowinsky, Kepala Departemen Penggabungan dan Pemotongan, Fraunhofer ILT.
Daya laser tersebut dapat digunakan untuk memotong dinding baja tebal selama pembongkaran pembangkit listrik tenaga nuklir atau untuk memotong pintu di turbin angin.
Lengkapi pemahaman Anda tentang Laser Industri Berbasis AI: Peluang Bisnis, Rekomendasi Strategis—artikel penutup dari 3 tulisan. #SalamSobatTechnoMachinews





