Produk pelat baja tipis dan bersih dibuat dengan teknologi FC Mold—telah digunakan oleh pabrik baja thyssenkrupp. Sebaiknya ABB tawarkan teknologinya ke produsen-produsen baja di Indonesia.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachiNews.id – Industri otomotif membutuhkan pelat baja tipis dan bersih. Hal itu dimungkinkan dengan menggunakan teknologi FC Mold buatan perusahaan ABB yang berlokasi di Zurich, Swiss.
Teknologi itu mampu mengoptimalkan produksi baja di perusahaan thyssenkrupp yang sedang memperluas pabriknya dengan menambah mesin-mesin baru.
Salah satu pabrik yang telah memesannya adalah pabrik Primetals Technologies yang rencana commissioning yakni uji coba peralatan dan mesin pada pada awal tahun 2024.
Dua kastor slab yang masing-masing dilengkapi dengan perangkat pengaduk dan pengereman elektromagnetik buatan ABB adalah Flow Control Mould (FC Mold G3) mesin generasi ke-3 yang andak untuk memproduksi pelat baja tipis dan bersih yang dilakukan dengan cepat tinggi dan tetap efisien.
Pemasangan mesin di pabrik Duisburg-Bruckhausen, Jerman, dilakukan dan menambah sukses baru yang sebelumnya menginstal 40 pemasangan mesin serupa. Ini membuktikan bahwa produktivitas dan kualitas yang lebih tinggi untuk kastor pelat.
Kontrak besar ABB dari Primetals Technologies itu merupakan anugerah. Sementara Primetals Technologies akan mencapai optimalisasi kapasitas produksi di pabrik Duisburg-Bruckhausen milik thyssenkrupp Steel Europe—disingkat tkSE yang beroperasi di Jerman.
Mesin produksi baja menggunakan teknologi pengadukan dan pengereman elektromagnetik buatan ABB. Teknologi Flow Control Mold atau FC Mould yang unik dan eksklusif khusus produksi pelat baja tipis berkualitas tinggi. Proses produksi lebih cepat tanpa menambah ongkos.
Pabrik penggilingan dan peningkatan pabrik pengecoran secara kontinyu merupakan bagian dari proyek yang lebih luas yang dilakukan Primetals Technologies—perusahaan rekayasa pabrik khusus industri logam.
Penggunaan teknologi buatan ABB merupakan bagian dari Strategi 20-30 tkSE—guna mengoptimalkan operasional sesuai kebutuhan pemain industri otomotif.
Sektor otomotif membutuhkan produk pelat baja dengan permukaan halus, tipis, dan sesuai standar untuk menjaga keselamatan pengguna kendaraan yang sebagian besar kerangka mobil adalah baja.
Pergerakan atau e-mobilitas manusia dengan kendaraan semakin tinggi. Oleh karena itu, penggunaan FC Mold maka perusahaan thyssenkrupp dapat menghindari gelembung gas dan kotoran yang terperangkap dalam komponen bahan baja yang mengeras.
Teknologi FC Mold mampu mengaduk dan mengerem secara simultan dari satu posisi tetap pada kastor. Dalam pengecoran pelat baja yang berkesinambungan, kondisi di area meniskus baja maka pemadatan sangat penting untuk menentukan kualitas produk akhir.
Hal itu berdampak besar terhadap produktivitas dan biaya pengoperasian. Terintegrasi dengan kastor, FC Mould dengan menggunakan medan elektromagnetik untuk mengontrol kecepatan dan fluktuasi aliran meniskus.
Hal itu memungkinkan kontrol proses yang lebih baik dan peningkatan efisiensi sumber daya, membutuhkan waktu perawatan yang lebih singkat dan penggunaan produk bertahan dalam waktu lebih lama.
Teknologi ini telah terpasang di 40 lokasi di seluruh dunia. Artinya, teknologi FC Mould telah terbukti dengan baik karena pengguna memcapai peningkatan kinerja yang optimal.
Bahkan pengurangan 50 hingga 80 persen cacat produk tercapai, hal itu berdampak terhadap minimnya penolakan terhadap prokduk cacat. Penggunaan teknologi FC Mould juga memungkinkan kecepatan casting yang lebih cepat.
“Dengan mengurangi cacat, penolakan, dan penurunan versi secara signifikan, maka teknologi FC Mould meningkatkan efisiensi sumber daya di perusahaan tkSE—ini mendukung tujuan keberlanjutan dan profitabilitas,” ungkap Zaeim Mehraban, Manajer Penjualan Global, Produk Metalurgi ABB.
Ia melanjutkan, hal itu berkontribusi pada ambisi Strategi 20-30 perusahaan untuk memenuhi persyaratan pelanggan atas grade baja kinerja yang lebih tinggi.
ABB berpengalaman puluhan tahun, bekerjasama dengan pembangun pabrik Primetals. Pengetahuan tentang proses metalurgi seperti pengecoran pelat dari berbagai instalasi di seluruh dunia, ABB merancang solusi guna mengatasi kemacetan dalam proses manufaktur baja dan aluminium.
loga
Perusahaan thyssenkrupp adalah produsen baja karbon datar dengan inovasi di sektor baja dengan produk berkualitas tinggi yang menuntut aplikasi canggih.
Kapasitas produksi tiga juta ton baja CO₂-netral per tahun pada tahun 2030—industri menuju produksi baja iklim-netral pada tahun 2050 sejalan dengan kesepatan Paris (PBB).
Primetals Technologies merupakan pelopor di bidang teknik, pembangunan pabrik, dan penyediaan layanan siklus hidup untuk industri logam.
Apakah ABB di Indonesia telah bekerjasama dengan PT Krakatau Steel Indonesia dan beberapa pabrik baja lainnya?





