Robot Tingkatkan Keamanan Las Industri Otomatis

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Proyek SIMMI menghadirkan inovasi robot las industri dengan pemantauan cerdas dengan sistem keamanan adaptif untuk meningkatkan kualitas pengelasan, keselamatan kerja, serta efisiensi manufaktur.

Robot bekerja di pengelasan dengan presisi tinggi dan lebih efisien (Foto/@: www.aiut.com)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer IFF (sumber): Bagaimana SIMMI mengubah standar keselamatan dan kualitas robot las industri? Penjelasan tentang inovasi membuka era baru otomasi pengelasan yang perlu dipahami oleh para pihak terkait di sektor manufaktur.

Transformasi industri manufaktur terus bergerak menuju otomatisasi yang lebih cerdas dan aman. Melalui proyek SIMMI atau Safe Multi-Layer Welding with Industrial Robots, kolaborasi antara ATA Anlagentechnik Aschersleben GmbH, Polarith GmbH, dan Fraunhofer IFF menyediakan solusi.

Tim ahli menawarkan solusi yang  inovatif untuk meningkatkan keselamatan proses serta kualitas pengelasan multi-layer pada komponen baja berukuran besar. 

Inisiatif ini diharapkan mampu memperluas penerapan robot di industri dalam proses pengelasan yang selama ini masih sulit diotomatisasi karena berkaitan dengan kualitas dan keselamatan kerja.

Proyek penelitian SIMMI – Pengelasan Multi-Lapisan yang Aman dengan Robot Industri – menggabungkan keahlian dari perusahaan ATA Anlagentechnik Aschersleben, Polarith GmbH, dan Fraunhofer IFF. 

Tujuan dari proyek  yang digarap secara kolaboratif itu  adalah untuk secara signifikan meningkatkan proses dan keselamatan kerja dalam pengelasan otomatis komponen baja berukuran besar dan kompleks.

Dengan demikian, para ahli berupaya memajukan penggunaan robot di bidang yang sebelumnya hanya dapat diotomatisasi hingga batas tertentu.

Pengelasan adalah salah satu aplikasi inti robot industri. Sementara pengelasan titik dan pengelasan satu lapis sudah mapan di lingkungan kerja yang terstandarisasi, penggunaan robot dalam pengelasan multi-lapisan struktur baja besar sejauh ini telah mencapai batasnya. 

Hal ini disebabkan, di satu sisi karena risiko tinggi cacat pengelasan yang tidak dapat dideteksi tepat waktu selama proses, dan di sisi lain bagaimana langkah-langkah keselamatan yang makin kompleks. 

Komponen dengan bahan logam seperti baja yang  berukuran besar saat ini memerlukan pengamanan yang luas untuk memastikan pengoperasian robot terjamin aman. Hal ini menyebabkan waktu penyiapan yang lama dan mencegah manusia dan mesin untuk bekerja pada komponen yang sama secara bersamaan.

Teknologi baru untuk keselamatan dan kualitas yang lebih baik

Oleh karena itu, proyek SIMMI menarget dua pendekatan teknologi utama. Pertama, pemantauan proses cerdas dengan sensor dan sistem kontrol baru akan memastikan bahwa parameter pengelasan yang relevan terus dipantau, dibandingkan dengan nilai target, dan dikoreksi secara otomatis. 

Ini akan mencegah cacat pengelasan yang sebelumnya harus ditemukan secara retrospektif dan diperbaiki dengan biaya yang cukup besar. Kedua, mitra proyek meneliti metode untuk pengamanan ruang kerja robot yang fleksibel. 

Di masa depan, tidak perlu lagi memagari seluruh aula atau seluruh komponen, kita hanya membutuhkan area tempat robot benar-benar nyaman saat bekerja. 

Cara ini akan meningkatkan fleksibilitas penempatan robot, mengurangi waktu penyiapan, dan memungkinkan pekerjaan paralel yang aman oleh operator manusia dan mesin.

Selain meningkatkan kualitas dan efisiensi, kesehatan dan keselamatan kerja memainkan peran sentral. Pengelasan komponen besar menghasilkan sejumlah besar gas dan asap berbahaya, yang menimbulkan risiko kesehatan dan memerlukan tindakan perlindungan. 

Pemantauan dan optimalisasi proses pengelasan secara terus menerus bertujuan untuk mengurangi emisi zat-zat ini. Proyek ini berkontribusi pada produksi yang lebih aman dan juga meningkatkan kondisi kerja bagi karyawan. 

Pada saat yang sama, peningkatan penggunaan robot meningkatkan daya tarik profesi pengelasan dengan mengurangi tugas-tugas yang menuntut fisik.

ATA Anlagentechnik Aschersleben GmbH mengkhususkan diri dalam produksi rakitan baja dengan berat hingga 160 ton. 

Perusahaan ini beroperasi di bidang konstruksi mesin tujuan khusus dan teknik pabrik, mencakup spektrum produk dan layanan yang luas mulai dari konstruksi baja dan manufaktur perkakas mesin hingga penyelesaian mekanik dan permukaan.

Sementara Polarith GmbH yang berbasis di Magdeburg, Jerman,  mengembangkan dan mendistribusikan solusi teknologi informasi dan komunikasi dengan fokus khusus pada aplikasi otomatisasi dan analisis serta pengolahan data sensor. 

Selain produknya sendiri, seperti sistem otomatisasi Cranium, perusahaan ini juga menawarkan layanan dalam pengembangan perangkat lunak dan otomatisasi industri.

Sedangkan Fraunhofer IFF yang mengani operasi dan otomatisasi pabrik juga berlokasi di Magdeburg,  memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang sistem robot, interaksi manusia-robot yang aman, teknologi sensor, dan pengolahan citra 3D. 

Institut ini secara teratur mengerjakan proyek-proyek penelitian nasional dan internasional dan telah memantapkan dirinya sebagai mitra untuk pengembangan aplikasi robotika praktis di industri dan produksi.

Proyek SIMMI dimulai pada 1 Januari 2025 yang berlangsung hingga 30 Juni 2027. Proyek ini didanai oleh Uni Eropa dan negara bagian Saxony-Anhalt.

Untuk perusahaan manufaktur yang ingin mempercepat transformasi menuju Industri 4.0, penerapan teknologi robotic welding sebaiknya difokuskan pada beberapa aspek strategis:

* Mengimplementasikan sistem monitoring proses berbasis sensor yang mampu mendeteksi serta mengoreksi penyimpangan parameter pengelasan secara real-time.

* Mengadopsi sistem keamanan area kerja adaptif sehingga robot hanya mengamankan zona operasi aktif, bukan seluruh area produksi.

* Mengintegrasikan robotic welding cell dengan platform otomasi untuk meningkatkan fleksibilitas, produktivitas, dan kualitas hasil pengelasan.

* Mengurangi paparan operator terhadap asap dan gas berbahaya melalui otomatisasi proses pengelasan berkapasitas tinggi.

* Menyiapkan program peningkatan kompetensi SDM agar tenaga kerja mampu berkolaborasi dengan sistem robotik modern.

Proyek SIMMI menunjukkan bahwa masa depan pengelasan industri selain berfokus pada peningkatan produktivitas, juga menyiapkan cara melindungi keselamatan pekerja dan lingkungan, kualitas proses, dan efisiensi operasional smecara menyeluruh. 

Dengan memanfaatkan pemantauan cerdas, sistem keamanan dinamis, serta integrasi robotic welding cell, industri dapat mengurangi risiko cacat pengelasan, mempercepat waktu produksi, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi operator. 

Seiring meningkatnya adopsi teknologi Manufacturing 4.0, inovasi seperti SIMMI menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk membangun proses manufaktur yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan siap menghadapi kebutuhan industri modern. 

Untuk lebih melengkapi pemahaman, silakan baca artikel lanjutan: Robotic Welding Cell Tingkatkan Efisiensi Produksi Industri Modern #SalamSobatTechnoMachinews


SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT