Teknologi Digital ID Pendukung Material Canggih dan Inovatif

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Uni Eropa mengimplementasikan teknologi Digital ID guna mendukung material yang canggih dan inovatif di industri yang menghasilkan produk, dan mudah dikenali melalui paspor digital.   

Mengenal suatu produk melalui dgital ID (kiri) dan para pakar dan mitra Para mitra DigiPass saat pembukaan di Brussels, Belgia (Foto/@: Hereon/Natalia Konchakova)

Penulis/editor: Rayendra : Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer ITWM (sumver):  Pra ahli merancang teknologi digital ID sebagai pendukung material yang  canggih dan inovatif dalam upaya untuk menciptakan material yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Oleh karena itu, Uni Eropa meluncurkan proyek baru yang disebut dengan DigiPass. Proyek ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran data material digital antara industri dan institusi penelitian, dan pada akhirnya menghasilkan paspor digital untuk material dan produk. 

Dengan adanya paspor digital itu maka  informasi penting mengenai asal-usul suatu produk, proses pembuatannya, dan dampak lingkungan dari material dapat dilacak sepanjang siklus hidupnya. 

Inisiatif ini membantu dalam proses daur ulang yang lebih efektif dan berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 secara signifikan.

Proyek Uni Eropa yang baru itu bertujuan untuk membantu pelaku industri untuk mengembangkan material yang lebih berkelanjutan

Menciptakan material baru yang inovatif sangat penting bagi para pelaku industri. 

Akan tetapi, setiap produk baru menimbulkan beragam pertanyaan tentang bagaimana produk tersebut dapat diproduksi dan kemudian didaur ulang dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Proyek Uni Eropa  yang dinamai DigiPass yang dikoordinasikan oleh Helmholtz-Zentrum Hereon, dan didedikasikan untuk menjawab berbagai pertanyaan. 

Proyek DigiPass mempromosikan pertukaran data material digital antara industri dan lembaga penelitian, yang meletakkan dasar untuk paspor material dan produk digital. 

Menurut visi para peneliti, paspor digital suatu produk harus memiliki  semua informasi yang relevan tentang material atau bahan baku, asal-usulnya, pemrosesan, dan dampaknya terhadap  lingkungan pada semua tahap masa pakai dan masa berakhirnya. 

Di akhir masa pakainya, informasi produk kolektif akan memungkinkan perusahaan daur ulang untuk memproses material secara lebih efektif, menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan membantu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan yakni material secara keseluruhan.

Mitigasi perubahan iklim merupakan salah satu masalah paling mendesak di zaman kita. 

Digitalisasi berperan sangat penting dalam hal ini: Sebuah studi terkini oleh asosiasi Bitkom menunjukkan bahwa penggunaan solusi digital yang konsisten dapat mengurangi emisi CO2 tahunan hingga 73 juta ton pada tahun 2030. 

Jumlah tersebut hampir seperempat dari yang perlu dikurangi oleh Jerman untuk memenuhi target iklimnya pada tahun 2030. 

Akan tetapi, Eropa harus mempercepat digitalisasi secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. 

Para ahli berbicara tentang transformasi ganda – gabungan proses perubahan menuju teknologi hijau dan digital serta ekonomi sirkular yang komprehensif.

“DigiPass akan mendukung proses transformasi ini sekarang, sehingga mempercepat proses perubahan secara signifikan,” papar peneliti Hereon Dr Natalia Konchakova, koordinator proyek seraya melanjutkan, “Yaitu dalam penggunaan material inovatif yang disesuaikan dengan tujuan yang dimaksudkan.” 

Ini termasuk material komposit baru, paduan dan pelapis, plastik konduktif listrik, dan bahan kimia khusus. Saat ini, tidak mudah untuk menggunakan material ini dengan cara yang benar-benar berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah daur ulang. 

“Sebagai aturan, pembuatan produk berteknologi tinggi sangatlah rumit,” tegas Dr. Peter Klein dari Fraunhofer Institute for Industrial Mathematics ITWM di Kaiserslautern, Jerman, salah satu mitra proyek. 

“Perusahaan daur ulang biasanya tidak memiliki peluang untuk mengurai jaringan rumit ini dan mencari tahu cara terbaik untuk mendaur ulang material tersebut,” ungkap  Dr. Peter Klein. 

Dorongan untuk digitalisasi yang ideal adakah harus selalu memungkinkan untuk melacak material apa saja yang ada dalam produk, bagaimana material atau bahan baku tersebut diproduksi dan diproses, dan bagaimana material tersebut dapat didaur ulang. 

Transparansi ini hanya dapat dicapai melalui digitalisasi yang ketat. Namun, prasyarat untuk ini masih kurang di banyak bidang. Perusahaan industri saat ini memiliki tingkat kematangan yang bervariasi dalam teknologi digital ID. 

Perusahaan besar biasanya jauh lebih maju daripada perusahaan kecil dan menengah, beberapa di antaranya masih bekerja dengan file PDF yang tidak dapat dibaca mesin. 

“Selain itu, perusahaan sering bekerja dengan lingkungan digital yang berbeda,” jelas Hereon Dr Natalia Konchakova, koordinator proyek, “Hanya ada kekurangan standar.” 

Pengerjaan proyek DigiPass akan membantu meruntuhkan hambatan tersebut. 

Di antara hal-hal lainnya, manajemen proyek DigiPass berencana untuk membuat platform digital yang akan meningkatkan komunikasi antarpemain dan membantu menentukan kebutuhan penting untuk tindakan dan penelitian. 

Proyek ini berfokus pada industri pelapisan, material nano untuk kesehatan & keselamatan, material untuk sumber energi terbarukan, dan sektor material komposit. “Hasilnya harus berupa rekomendasi dan solusi yang nantinya dapat ditransfer ke sektor lain sebagai cetak biru,” jelas Dr. Peter Klein dari Fraunhofer ITWM.

Bagaimana pengaruh teknologi digital ID terhadap produktivitas?

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT