Apa tujuan penggunaan teknologi finishing seperti pada komponen berbahan plastik, logam, dan bahan Kimia? Apa kaitan penggunaan teknologi finishing dengan total cost of ownership (TCO)?

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
TechnoMachinews.id – Klaus Stöcker Metallbearbeitung (sumber): Apa itu teknologi finishing dan untuk apa digunakan?
Setiap pabrikan biasanya menggunakan pelbagai proses finishing untuk meningkatkan produk yang dibuat seperti pada pembuatan komponen berbahan plastik, bahan kimia, dan logam.
Tindakan finishing itu dimulai dengan pembersihan dan pelapisan produk atau mengonversikan penggunaannya pada bahan Kimia dan elektrokimia.
Proses finishing itu diperlukan agar usia dan masa berlaku fungsi suatu suku cadang dan produk lebih lama dan terhindar dari korosi atau keausan agar fungsinya tidak akan berkurang.
”Pada awalnya operasi pasca pemrosesan finishing dilakukan secara manual dengan menggunakan alat yang tersedia di internal perusahaan,” tutur Arnd Meller, Manajer Klaus Stöcker Metallbearbeitung perusahaan pembuat komponen logam dengan menggunakan AM Solutions.
Misalnya, bagian plastik yang disinter dengan laser dibersihkan dalam lemari khusus dengan melakukan semacam ledakan manual.
Akan tetapi, finishing kenvensional itu harus diganti dengan menggunakan teknologi finishing yang dapat mengimbangi permintaan yang semakin meningkat.
Persyaratan finishing pun diperketat sehingga tercapai stabilitas proses dan konsistensi operasi pasca pemrosesan finishing.
Para teknisi perusahaan pun mencari solusi yang lebih otomatis. Pertimbangan yang penting dilakukan meluputi standar kualitas produk, keselamatan operasional, total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO), dan kemudahan pengoperasian.
TCO mengacu pada biaya yang digunakan untuk merawat mesin yakni aset perusahaan. Secara sederhana, penjelasannya begini: total biaya moneter yang berkaitkan dengan aset seperti mesin yang dikalkulasi sejak rencana pembelian dan penggunaannya.
Manajer Klaus Stöcker Metallbearbeitung, Arnd Meller melanjutkan uraiannya, “Kita harus menyimak saran ahli yang berkompeten dan berpengalaman komprehensif dalam perawatan permukaan produk.”
Pihak Klaus Stöcker pun memutuskan untuk membeli peralatan pemrosesan pasca produksi dengan menggunakaan AM Solutions–teknologi pemrosesan pasca 3D buatan Rösler Oberflächentechnik GmbH.
Selaku manajer, Arnd Meller terkesan atasan kedalaman pembuatan AM Solutions buatan Rösler Oberflächentechnik GmbH yang bermarkas di Untermerzbach, Jerman.
Pembersihan komponen dengan sistem S1 menjadi bahan perhatian para pelaku industi. Untuk penyempurnaan permukaan komponen cetakan dengan 3D, perusahaan mencapai solusi yang berbeda seperti perataan bahan kimia.
Proses finishing massal merupakan pilihan yang hemat biaya khususnya saat melakukan smoothing pada bahan Kimia
Ketika mengunjungi Pusat Pengalaman Pelanggan AM Solutions, Arnd Meller kaget saat mengetahui bahwa perangkat M1 Basic mampu menghasilkan produk yang dikehendaki dalam waktu siklus yang relatif singkat.
Perataan permukaan dan homogenisasi komponen plastik, termasuk pembacaan kekasaran permukaan yang lebih rendah justru semakin diminati oleh banyak pelanggan.

Penggunaan M1 Basic dan AM Solutions menawarkan sistem yang cepat dan hasil atau output benar-benar dapat diulang dan dengan tingkat stabilitas proses yang tinggi.
Arnd Meller menyimpulkan, “Untuk beragam dan banyak komponen, teknologi finishing massal merupakan pilihan yang tepat yang digunakan seperti perataan bahan kimia.”
Proses smoothing secara signifikan lebih hemat biaya yang menghasilkan keunggulan kompetitif yang cukup besar. Tidak diragukan lagi, pengetahuan pakar AM Solutions, berdasarkan keahlian komprehensif.
Perusahaan Rösler Oberflächentechnik GmbH memiliki teknologi penyelesaian massal dan pengembangan serta produksi yang sesuai, demikian Manajer Klaus Stöcker, Arnd Meller menyimpulkan.
Perangkat M1 Basic adalah sistem penyelesaian plug-and-play yang ringkas dengan proses lanjutan yang terintegrasi rol yang memungkinkan penggerindaan, penghalusan, dan pemolesan permukaan komponen plastik dan logam cetak 3D.
Dilengkapi dengan sistem pembersihan dan daur ulang air proses terintegrasi dan sambungan 230 Volt, maka M1 Basic dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam hampir semua lingkungan produksi sebagai unit yang berdiri sendiri.
Hal ini memungkinkan penyelesaian seluruh kumpulan benda kerja atau komponen tunggal dengan dimensi hingga 550 x 150 x 130 mm (L X W X H) dan dengan bentuk yang berbeda.
Sistem inovatif ini dapat dengan mudah disesuaikan dengan semua jenis tugas akhir. Program khusus benda kerja dapat disimpan dalam kontrol peralatan.
Mangkuk pemrosesan standar dibagi menjadi dua ruang terpisah. Hal ini memungkinkan finishing benda kerja yang berbeda secara bersamaan dengan proses finishing yang berbeda
Penggunaan M1 Basic di departemen AM Soluions di bengkel Stocker terbukti sukses.
Perusahaan Klaus Stöcker Metallbearbeitung pun membeli mesin kedua yang digunakan untuk finishing permukaan logam.
Mesin itu buatan Rösler Oberflächentechnik GmbH yang tentu saja dibutuhkan oleh ribuan perusahaan di Indonesia yang sedang menerapkan hilirisasi di banyak sektor industrI.
Ingat, bahan Nikel, Bauksit, dan beragam produk tambang serta hasil sektor lainnya diolah di dalam negeri hingga produk setengah jadi atau produk jadi di smelter yang berlokasi di Indonesia.





