Penggunaan Inovasi Teknologi Digital untuk Industri Material

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas di industry material, penggunaan inovasi teknologi digital diperlukan oleh pelaku industri manufaktur. Salah satu teknologi yang inovatif adalah teknologi Digital ID.

Pengguaan inovasi teknologi digital demikian penting di lingkungan industry mateterial (Foto/@: mckinsey.de)

Penulis/editor: Rayendra : Toruan

TechnoMachinews.id – Fraunhofer ITWM (sumver): Industri memerlukan inovasi teknologi digital. Teknologi yang inovatif  memungkinkan penelitian dan pengembangan material baru dengan sifat yang lebih baik.

Contohnya, nanoteknologi yang memungkinkan pembuatan material dengan kekuatan tinggi, ringan, dan tahan korosi. Material komposit yang menggabungkan sifat terbaik dari berbagai material juga semakin banyak digunakan dalam industri seperti kedirgantaraan dan otomotif tulis mile.app

Industri material adalah sektor industri yang berfokus pada produksi dan pengolahan bahan-bahan mentah menjadi produk yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Material bisa berupa logam, polimer, keramik, komposit, dan lain-lain.

Industri material  mencakup berbagai proses seperti ekstraksi, pemurnian, dan rekayasa material untuk menghasilkan produk dengan sifat dan karakteristik tertentu yang sesuai dengan kebutuhan spesifik demikian disarikan dari beberapa sumber.

Material yang dihasilkan oleh industri ini digunakan dalam berbagai bidang seperti konstruksi, manufaktur, elektronik, dan teknologi tinggi. Misalnya, baja digunakan dalam konstruksi bangunan, polimer dalam pembuatan plastik, dan keramik dalam komponen elektronik¹³.

Diprakarsai oleh Uni Eropa, para ahli membuat proyek DigiPass sebagai digital platform untuk meningkatkan komunikasi antarpemain dan membantu menentukan kebutuhan penting untuk tindakan dan penelitian.

Proyek DigiPass berfokus pada industri pelapisan, material nano untuk kesehatan & keselamatan, material untuk sumber energi terbarukan, dan sektor material komposit.

Menurut Dr. Peter Klein seoarang peneliti dari Fraunhofer ITWM, proyek DigiPass harus menghasilkan rekomendasi yang menjadi solusi yang dapat diimplementasikan  ke sektor industri dan merupakan cetak biru.

Proyek Uni Eropa itu bertujuan untuk meletakkan fondasi bagi tujuan jangka Panjang—berupa alat pengidentifikasi material digital.

Hal itu dapat dibayangkan sebagai kumpulan data standar yang menggambarkan pelapisan berteknologi yang inovatif tinggi dan digitalisasi, misalnya, dan menyertai material di sepanjang rantai nilai yang berguna sejak desain dan produksi material hingga pemrosesan dan daur ulang produk yang telah digunakan.

Sebuah organisasi bersertifikat kemudian akan memperbarui informasi yang relevan dan menerbitkan paspor. Metode apa yang digunakan pemasok untuk memproses material, bagaimana material tersebut dimasukkan ke dalam suatu produk, dan apa jejak lingkungannya?

Pada akhirnya, perusahaan pendaur ulang menerima semua informasi tentang suatu material melalui paspor digital tanpa harus menelitinya  Kembali dengan susah payah dan biaya.

Pada saat yang sama, paspor material dan produk digital juga harus meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan Eropa dan meningkatkan produktivitas mereka.

“Misalnya, hal ini dapat mempermudah perusahaan untuk melacak material yang optimal untuk produk tertentu atau menemukan mitra kerja sama baru,” jelas Dr Natalia Konchakova, koordinator proyek.

Dr Natalia Konchakova melanjutkan bahwa hal itu akan memungkinkan industri untuk menghadirkan produk baru ke pasar dengan lebih efektif dan cepat.

DigiPass adalah singkatan dari Harmonization of Advanced Materials Ecosystems serving strategic. Pasar inovasi akan membuka jalan menuju Paspor Material dan Produk Digital (dan ini sudah didaftarkan sebagi Perjanjian Hibah dengan No. 101138510).

Proyek DigPass  dimulai pada tanggal 1 April 2024 dan direncanakan selesai selama tiga tahun ke depan (2027). Pertemuan kick-off berlangsung pada tanggal 17-18 April 2024, di Kantor Helmholtz di Brussels, Belgia.

Dua belas mitra dari tujuh negara Eropa ikut serta. Para mitra  kerja sama berasal dari  lembaga penelitian, universitas, perusahaan perangkat lunak dan produksi, serta asosiasi industri.

Proyek DigiPass dikoordinasikan oleh Helmholtz-Zentrum Hereon dan mitra lainnya adalah para ahli dari Fraunhofer-Institut für Techno- und Wirtschaftsmathematik (ITWM), Luxembourg Institute of Science and Technology (LIST), AC2T Research GmbH (AC2T), Innovation in Research & Engineering Solutions (IRES), dan Composites United EV (CU).

Selanjutnya para  ahli dari  Norges Teknisk-Naturvitenskapelige Universitet (NTNU), Aristotelio Panepistiomio Thessalonikis (AUTh), Organic Electronic Technologies Private Company (OET), Asosiasi Pelapisan Kumparan Eropa (ECCA) dan Norges Miljo-OG Biovitenskaplige Universitet (NMBU).

Contoh penggunaan inovasi teknologi digital 

Contoh inovasi teknologi adalah Digital ID  yang berpengaruh signifikan terhadap produktivitas di berbagai sektor seperti industri material. Penggunaan inovasi teknologi Digital ID mampu meningkatkan produktivitas dengan indikasi seperti betikut:

  • Digital ID memungkinkan otomatisasi proses verifikasi dan autentikasi, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tugas-tugas administratif dan meningkatkan efisiensi operasional demikian laman nurosoft.id
  • Penggunaan teknologi Digital ID, maka akses ke informasi dan data menjadi lebih cepat dan mudah. Hal itu  memungkinkan pekerja untuk mendapatkan data yang mereka butuhkan dalam hitungan detik, meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan.
  • Selanjutnya, Digital ID meningkatkan keamanan data dengan memastikan bahwa hanya individu yang berwenang yang dapat mengakses informasi sensitif. Ini mengurangi risiko kebocoran data dan meningkatkan kepercayaan dalam penggunaan teknologi digital.
  • Teknologi Digital ID pun memfasilitasi kolaborasi yang lebih baik antara tim dan departemen, baik secara lokal maupun global. Dengan akses yang aman dan terkontrol, tim dapat bekerja sama lebih efektif tanpa hambatan geografis.
  • Bahkan teknologi Digital ID mengurangi beban administratif dan meningkatkan akses ke informasi, Digital ID memungkinkan pekerja untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis dan inovatif, mendorong kreativitas dan pengembangan produk baru.

Inovasi teknologi Digital ID berperan penting dalam meningkatkan keberlanjutan material melalui beberapa cara seperti pelacakan dan transparansi:

Digital ID memungkinkan pelacakan material dari sumber hingga produk akhir. Ini memastikan bahwa bahan yang digunakan memenuhi standar keberlanjutan dan memudahkan identifikasi asal-usul bahan.

Selanjutnya, pengurangan limbah karena penggunaan Digital ID memudahkan pengumpulan informasi yang akurat secara real-time, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan bahan, mengurangi limbah produksi, dan meningkatkan efisiensi proses manufaktur.

Inovasi teknologi Digital ID membantu dalam pengelolaan daur ulang dengan memberikan informasi detail tentang komposisi material dan metode daur ulang yang tepat. Ini mendukung siklus hidup produk yang lebih berkelanjutan.

Teknologi ini memastikan bahwa semua bahan yang digunakan dalam produksi mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku, mengurangi risiko pelanggaran dan denda.

Dengan data yang dikumpulkan melalui Digital ID, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang untuk mengembangkan material baru yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Untuk mengadopsi inovasi teknologi Digital ID para pelaku industri material perlu memperhatikan, antara lain, iImplementasi Digital ID memerlukan perlindungan data yang ketat. Keamanan dan privasi informasi menjadi prioritas, terutama ketika melibatkan data material, spesifikasi, dan rantai pasokan.

Industri material memiliki berbagai jenis bahan dan proses produksi. Menyusun standar yang diterima secara luas untuk Digital ID bisa rumit, terutama ketika melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Mengadopsi teknologi ini memerlukan investasi awal dalam infrastruktur, pelatihan, dan integrasi sistem. Perusahaan harus mempertimbangkan biaya dan manfaat jangka panjang.

Bergantung pada teknologi Digital ID berarti perusahaan harus memastikan ketersediaan dan keandalan sistem. Gangguan teknis atau kegagalan sistem dapat berdampak besar pada operasional.

Oleh sebab itu, mengubah budaya kerja dan mengajak semua pihak untuk mengadopsi teknologi baru bisa menantang. Pemangku kepentingan perlu memahami manfaatnya dan mematuhi penggunaan Digital ID.

Apakah ada perusahaan yang sukses menggunakan teknologi Digital ID? Banyak perusahaan di era Industri 4.0 menggunakan sensor untuk mengumpulkan data secara real-time tentang kondisi mesin, inventaris, dan produksi. Menurut sebuah sumber, penggunaan data memungkinkan pemeliharaan preventif yang tepat waktu, menghindari kerusakan, dan meningkatkan produktivitas.

Perusahaan menyimpan data produksi, informasi inventaris, dan catatan lainnya secara aman di cloud dan memfasilitasi berbagi informasi secara real-time antar tim dan departemen, mempercepat pengambilan keputusan dan koordinasi.\

Analisis data besar menggunakan AI membantu mengoptimalkan proses produksi dan mempercepat prediksi permintaan pasar dan waktu siklus produksi dapat dikurangi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan tulis laman leapfactor.io

Robotika dan otomatisasi: Robot dapat melaksanakan tugas-tugas berulang, berat, atau berbahaya secara konsisten dan akurat.  – Robot kolaboratif (cobots) juga diperkenalkan untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan.

Dalam konteks proyek EU yang bertujuan untuk membantu industri mengembangkan material yang lebih berkelanjutan, Digital ID dapat memainkan peran penting dalam memastikan bahwa proses pengembangan dan produksi material dilakukan dengan cara yang efisien dan aman, mendukung tujuan keberlanjutan dan inovasi teknologi digital.

Transformasi digital dalam industri material mencakup penggunaan big data, kecerdasan buatan (AI), dan pembelajaran mesin (ML) untuk analisis dan optimasi proses produksi. Teknologi digital twin memungkinkan replikasi virtual dari proses manufaktur, yang memungkinkan pengujian dan optimasi tanpa perlu eksperimen fisik yang mahal tulis teknologipintar.org

Oleh karen itu, inovasi teknologi diperlukan termasuuk penggunaan pada energi terbarukan. Material baru yang dikembangkan dengan bantuan teknologi juga berperan penting dalam energi terbarukan.

Misalnya, pengembangan baterai untuk kendaraan listrik dan sel bahan bakar hidrogen yang lebih efisien dan tahan lama. Ini mendukung transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan demikiann teknologipintar.org

Inovasi teknologi digital di lingkungan industri material menghasilkan banyak manfaat seperti peningkatan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.

Dengan terus berkembangnya teknologi, kita dapat mengharapkan lebih banyak inovasi yang akan mengubah cara kita memproduksi dan menggunakan material di masa depan.

SHARE THIS POST

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
ARTIKEL TERKAIT